Kota Malang
Diberi Surprise Penyambutan Sepulang Retreat, Wali Kota Malang Sampaikan Ucapan Permohonan Maaf

Memontum Kota Malang – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, diberi surprise penyambutan sepulang mengikuti retreat kepala daerah di Balai Kota Malang, Jumat (28/02/2025) malam. Prosesi penyambutan yang dikemas dengan lantunan Salawat dan Hadrah, itu diikuti sejumlah pejabat di lingkungan Pemkot Malang.
Dalam prosesi penyambutan itu, Wali Kota Wahyu datang dengan mengenakan kemeja kotak-kotak dengan didampingi istri dan Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin. Berikutnya, secara bergantian sejumlah pejabat memberikan ucapan selamat seraya menuju ke lokasi yang sudah disiapkan.
Mengawali sambutannya, Wali Kota Wahyu menyampaikan permohonan maaf karena adanya acara penyambutan. Itu karena, dari awal dirinya tidak berkenan, dengan pertimbangan waktu yang malam dan bakal merepotkan. Namun ternyata, ada pertimbangan lain.
“Menjadi hal yang bahagia, melihat penyambutan ini. Saya sebenarnya sudah sampaikan, untuk tidak perlu adanya penyambutan. Namun, Pak Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang telah mengkonfirmasi jika persiapan penyambutan sudah disiapkan dengan mengundang seluruh elemen masyarakat. Bahkan, Pemkot Malang harus menyambut lebih awal, sebelum Pak Wali disambut lebih dahulu oleh warga. Makanya, saya terima kasih dan mohon maaf telah merepotkan,” kata Wali Kota Wahyu.
Baca juga :
Ditambahkannya, di momen ini dirinya juga meminta maaf, jika suaranya agak sedikit beda. Itu karena, kondisi kesehatannya yang sedang flu.
“Saya kurang enak badan, karena rangkaian kegiatan yang padat selama di sana (Akmil Magelang, red). Apalagi, memang menguras fisik dan tenaga akhir-akhir ini,” tambahnya.
Di momen yang sama, Wali Kota Wahyu juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Wawali Kota Malang. Mengingat, selama dirinya mengikuti retreat, Wawali juga menggantikan kegiatannya di Pemkot Malang.
Seiring dengan kepulangannya usia mengikuti retreat, mantan Sekda Kabupaten Malang, itu juga berharap agar seluruh masyarakat Kota Malang, bisa menerima dirinya dan Wawali. Termasuk, melepaskan perbedaan yang sebelumnya terpisah karena pelaksanaan Pilkada.
“Saya berharap bahwa saya dengan Pak Wawali bisa diterima dengan tangan terbuka oleh seluruh masyarakat Kota Malang. Untuk itu, saya sampaikan tinggalkan semua perbedaan dan kita wujudkan kehidupan yang lebih baik. (pro/cw1/sit)











