Surabaya
Didemo Mahasiswa, UINSA Tetap Ganjar Pakde Karwo Gelar HC

“Di Jatim sendiri spritual dulu lalu ditambah dengan sains dan teknologi. Ini khas betul, tidak ada daerah yang sebagus kondisi seperti di Jatim,” puji Pakde Karwo.
Sementara itu Rektor UINSA, Masdar Hilmy, menjelaskan alasan kenapa seorang Soekarwo layak diganjar gelar HC di institusinya. Rektor mengatakan, setidaknya ada empat poin otentik orisinal khas Pakde Karwo yang menjadi pertimbangan akademik.

“Dari naskah orasi yang dibacakan pakde karwo minimal ada empat atau lima kata kunci yang sangat orisinal dan otentik khas Pakde Karwo. Ada istilah diskresi policy, pikiran yang luar biasa progresif dari seorang gubernur yang risteker (mengambil risiko), ketika tidak ada yang berani melakukan, beliau melakukannya. Istilah ini saya yakin merupakan residu ataupun endapan akademik selama beliau mempelajari tata negara, terutama madhab hukum progresifnya bapak Sacipto Raharjo dari Undip Semarang,” terangnya.
Lalu yang kedua, masih Hilmy, Pakde Karwo juga dikenal dengan istilah Inside goverment. Bahwa aspek LSM bisa muncul dari dalam pemerintahan, hal inilah yang dikemukakan Pakde Karwo, tidak hanya memunculkan gagasan tapi melahirkan LEM dengan hadirnya LPTT di Jatim.
“Yang ketiga Spiritual intel, ini berbeda secara subtansif dengan apa yang dikemukakan oleh ilmuwan terutama dan zohar dan lain-lain, ini merupakan sumbangsih yang sangat bermanfaat dan luar biasa nilai akdemiknya untuk pesentren bangsa dan negara. Dan terakhir, dual track, doble track, yang tadi dibedakan secara subtansif dibedakan sebagai doble trek dan sebagainya,” papar Hilmy.
















