Kota Malang
Dispangtan Kota Malang Sebut Stok Gabah Turun Tapi Pastikan Panen Akhir Tahun

Memontum Kota Malang – Stok gabah di Kota Malang mulai menipis sejak akhir Agustus 2025. Hal tersebut, berdampak pada berkurangnya aktivitas penggilingan padi di wilayah Kota Malang.
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Slamet Husnan, menyampaikan bahwa kondisi tersebut merupakan siklus normal karena masa panen sudah selesai. Namun, dirinya memastikan stok gabah akan kembali meningkat pada akhir tahun.
“Agustus sudah menurun masa panen. Jadi penggilingan padi mulai kehabisan stok gabah. Tapi nanti bulan November sampai Desember sudah masuk musim panen lagi, jadi stok pasti meningkat dan penggilingan bisa kembali berjalan normal,” jelas Slamet, Sabtu (20/09/2025) tadi.
Dikatakannya, bahwa terkait dengan harga pemerintah telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) gabah sebesar Rp 6.500 perkilogram. Angka tersebut, menurutnya, cukup menyejahterakan petani karena menutupi biaya produksi mulai dari pembelian benih, pupuk, perawatan lahan, hingga panen.
Baca juga :
“Dengan harga Rp 6.500 saja petani sudah merasa terbayar usahanya. Bahkan kualitas gabah di Kota Malang cukup bagus, sehingga bisa dijual lebih tinggi, Rp 7.000 sampai Rp 7.200. Itu justru keuntungan bagi petani,” tambahnya.
Namun, bagi pengelola penggilingan padi, situasi tersebut berbeda. Pasalnya, harga beras medium baru saja ditetapkan pemerintah di kisaran Rp 13.500 perkilogram. Karena itu, mereka masih menunggu stok gabah kembali melimpah agar proses penggilingan lebih efisien.
“Biasanya hukum ekonomi barang itu banyak, kebutuhan tetap atau kebutuhan meningkat itu biasanya harganya menurun,” ucapnya.
Slamet berharap agar pada panen akhir tahun 2025 nanti bisa mencapai 15 ribu ton gabah. Jumlah tersebut pun juga masih jauh dari kebutuhan Kota Malang, yakni sekitar 40 ribu hingga 45 ribu ton pertahun.
“Kota Malang bukan daerah produsen, jadi memang harus ada kerja sama antar daerah. Untungnya, ketersediaan beras tetap terjamin karena tercover Bulog,” imbuh Slamet. (rsy/sit)











