Pemerintahan
Dorong Kemandirian Ekonomi Pondok Pesantren di Trenggalek, Bupati Arifin Kukuhkan Tim OPOP

Memontum Trenggalek – Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, mengkukuhkan Tim Penguatan dan Tim pengembangan One Pesantren One Produk (OPOP). Pengukuhan Tim OPOP yang berlangsung di Pendopo Manggala Praja Nugraha, itu diharapkan dapat mendorong kemandirian ekonomi pesantren kedepannya.
“Ini sangat potensial, karena di dalam pesantren sendiri sudah ada supply dan demandnya. Jadi, tidak mendorong untuk berjalannya program ini, karena semua sudah tidak perlu mencari. Sementara ini, itu belum banyak daerah yang mengukuhkan Tim OPOP,” terang Bupati Arifin saat dikonfirmasi, Selasa (19/07/2022) tadi.
Dikatakan Mas Ipin-sapaan akrab Bupati Trenggalek, bahwa ketika berbicara ekonomi pesantren, supply dan demandnya, memang sudah ada. Artinya, penjual dan pembelinya sudah ada dan tentunya akan lebih mudah.
Selain itu, tambahnya, perekonomian bisa berjalan baik. Ini hanya perlu efisiensi dan diyakini Bupati Trenggalek, kalau basis produksinya di pesantren, itu akan sangat efisien. Pesantren punya modal tawadhu (rendah hati) kepada Kyai.
“Harapannya selaras dengan misi kita, karena kita juga ada misi pengentasan kemiskinan dan juga peningkatan ekonomi pesantren, maka ini bisa berjalan maksimal,” imbuhnya.
Baca juga :
- Kota Malang Masuk 31 Besar Program LSDP Kemendagri, Proyek RDF Ditarget Mulai 2027
- Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon
- Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun, Dishub Kota Malang Siapkan 7 Pos dan Rekayasa Lalin Situasional
- Ramadan Kondusif, Rutan Situbondo Perketat Pengamanan Lewat Sidak Blok Hunian
- Evaluasi Penataan Lalin Jalan Merdeka Selatan, Dishub Kota Malang Tak Tutup Permanen saat Ramadan
Beberapa piloting (uji coba), sambungnya, sudah dilakukan disejumlah pesantren untuk Kriya Mandiri. Kemudian, batik ciprat untuk seragam ibu-ibu pengajian, itu sudah diproduksi di pesantren.
Dengan OPOP ini, Bupati Arifin berharap semakin banyak lagi produk-produk lokal yang berasal dari pondok pesantren. Sehingga nantinya, produk tersebut bisa dimasukkan di katalog produk lokal Trenggalek.
“Dengan begitu, dalam proses pengadaan barang dan jasa kita bisa memakai produk-produk lokal sesuai yang diharapkan oleh Pak Presiden. Minimal 40 persen belanja APBD untuk produk lokal. Dan ini, masih terbentuk dan kita belum membahas produk dan program kerja. Harapan saya, nanti karena ada sekitar 100-an pesantren, paling tidak kita punya road map,” terang suami Novita Hardiny ini.
Masih menurut Bupati muda ini, pondok pesantren punya kecenderungan dengan masalah ekonomi dan ini akan dicoba untuk didata lebih lanjut. Dengan begitu, semua berjalan sesuai dengan yang diharapkan.
Dalam pengukuhan Tim OPOP ini, Bupati Arifin juga meminta kepada jajaran untuk senantiasa mendukung upaya kemandirian pondok pesantren melalui OPOP itu. “Diharapkan, ini terus ada pendampingan program ataupun pencatatan-pencatatan produk,” paparnya. (mil/sit)
















