Jombang
Gelar Sarasehan Budaya Luhur Bangsa, Anggota DPRD Provinsi Jatim Ingatkan Persaingan Global

Memontum Jombang – Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PDI-Perjuangan, SW Nugroho menggelar sarasehan budaya luhur bangsa sebagai modal dasar menghadapai persaingan global, Sabtu (26/02/2022) di salah satu hotel di Jombang. Turut hadir dalam pelaksanaan itimu, Wakil Bupati, Jombang Sumrambah, serta seluruh koordinator kecamatan Badan Saksi Pengurus Nasional (BSPN).
Anggota DPRD Provinsi Jatim, SW Nugroho, menjelaskan bahwa sarasehan ini dilakukan sehubungan dengan adanya program dari provinsi tentang wawasan kebangsaan dengan tema budaya luhur bangsa sebagai modal dasar menghadapi persaingan. “Tujuan dari sarasehan ini adalah untuk menanamkan bagaimana kita bisa mempertahankan budaya luhur kita. Sebagai filter bagi masuknya budaya-budaya asing yang tidak cocok, sekaligus untuk semakin mengenal budaya luhur bangsa kita untuk modal menghadapi persaingan global,” ujarnya.
Baca juga :
- Paripurna DPRD, Bupati Lumajang Pastikan APBD untuk Masyarakat
- Pelatihan Petugas Sensus, Sekda Erik Tegaskan Tanpa Data Akurat Pemerintah Sulit Tentukan Arah Pembangunan
- Temukan Sejumlah Aduan, Ketua DPRD Kota Malang Minta Evaluasi Pelaksanaan MBG
- Perkuat Iklim Investasi dan Percepatan Pembangunan Daerah, Bupati Malang Buka Pelatihan Petugas Sensus
- Evaluasi MBG, Pemkot Malang Usulkan Keterlibatan Sejak Awal Penentuan Lokasi SPPG
Sesungguhnya, tambahnya, kita memiliki budaya luhur yang sangat tinggi nilainya. Ketika kita lakukan mulai etos kerja, kejujuran, hemat, nasionalisme dan lain sebagainya.
“Kalau hal itu kita pertahankan serta kembangkan, pada gilirannya nanti akan kita pakai sebagai modal menghadapi persaingan global,” tuturnya.
Ditambahkannya, setiap periode dilakukan kegiatan-kegiatan sosialisasi ke desa-desa dengan harapan kesadaran tentang ideologi Pancasila akan tumbuh kembali dengan implementasikan dalam kehidupan sehari-hari. “Setiap kader PDI-Perjuangan merupakan agen of ideologi. Jadi, tolong dikembangkan di lingkungan masing-masing. Lalu, diterapkan, dijalankan serta di implementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” paparnya (azl/sit)
















