Connect with us

Pemerintahan

Gubernur Jatim bersama Bupati Trenggalek Resmikan Tiga Jembatan yang Lenyap Diterjang Banjir Bandang

Diterbitkan

||

Gubernur Jatim bersama Bupati Trenggalek Resmikan Tiga Jembatan yang Lenyap Diterjang Banjir Bandang
RESMIKAN: Gubernur Jatim didampingi Bupati Trenggalek, saat meresmikan tiga jembatan darurat akibat diterjang banjir. (memontum.com/mil)

Memontum Trenggalek – Bupati Trenggalek, Mochammad Nur Arifin, mendampingi Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meresmikan pemanfaatan tiga jembatan darurat di Kota Keripik Tempe. Ketiga jembatan darurat ini, merupakan bantuan dari Provinsi Jawa Timur yang bersumber dari Dana Biaya Tak Terduga (BTT) Provinsi Jatim.

Kurang lebih senilai Rp 5 miliar, dana yang digelontorkan Pemprov Jatim, untuk membangun jembatan darurat. Jembatan tersebut, sebelumnya rusak parah ias lenyap akibat disapu banjir bandang.

Kepala Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur, Edy Tambeng Widjaya, melaporkan bahwa beberapa waktu yang lalu ada beberapa infrastruktur yang mengalami kerusakan akibat diterjang banjir bandang. Diantaranya, Jembatan Mukus, kemudian juga Jembatan Bendoroto yang mengalami putus, serta Jembatan Kedung Pucang, yang pondasinya mengalami pengikisan.

“Dari usulan Bapak Bupati Trenggalek, maka Ibu Gubernur memberikan persetujuan untuk memberikan bantuan melalui dana biaya tak terduga (BTT) Provinsi Jawa Timur lebih Rp 4 miliar, untuk membangun tiga jembatan di Trenggalek,” ungkapnya, Selasa (24/01/2023) siang.

Ditambahkan Edy, jembatan Mukus sendiri dibangun dalam bentuk jembatan darurat (Belly), yang dimiliki oleh Provinsi Jawa Timur. Begitu juga Jembatan Bendoroto menggunakan Belly yang dimiliki Pemprov.

Baca juga:

“Diharapkan, meskipun menggunakan Belly, dikemudian hari setelah terbangun jembatan permanen, maka jembatan darurat itu dapat dipindahkan guna peruntukan jembatan lainnya yang mengalami nasib yang sama,” harapnya.

Jembatan Mukus sendiri, sambungnya, secara tekhnis sepanjang 27 meter dan lebar 3,5 meter. Dengan kapasitas, sekitar 10 ton. Sedangkan Jembatan Bendoroto, memiliki panjang 26 meter dengan lebar 3,5 meter. Kemudian kapasitas yang dilewati 10 ton.

“Kalau untuk jembatan Kedung Kujang, hanya penguatan pondasi yang terkikis saja,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin, menambahkan secara keseluruhan Gubernur Jatim memberikan bantuan dengan total hampir Rp 5 miliar. “Total bantuan yang diberikan Ibu Gubernur Jatim, untuk pembangunan jembatan darurat biayanya hampir Rp 5 miliar. Dan kita tahu, jika ketiga jembatan yang rusak kemarin rata-rata sangat vital. Makanya, perlu adanya percepatan penanganan meski harus dibangun jembatan darurat terlebih dahulu,” terang Mas Ipin, Senin (23/01/2023) tadi.

Dijelaskan Mas Ipin-sapaan akrabnya, saat Jembatan Mukus putus beberapa waktu lalu karena bencana, ada 4 ribu warga yang ada di sini yang sempat terisolasi. Bukan hanya itu, di sini tempatnya pariwisata di Kabupaten Trenggalek. Sehingga, pembangunan jembatan darurat sangat membantu ekonomi masyarakat Trenggalek saat ini.

Masih menurut bupati, bahwa jembatan ini juga menghubungkan antara Kecamatan Watulimo dengan Kecamatan Munjungan. Jadi, jika jembatan ini putus, Kecamatan Munjungan bisa terancam terisolasi, karena kita tahu jalur Kampak-Munjungan juga sering terancam longsor.

“Selanjutnya, nanti akan kita usulkan kepada BNPB. Harapannya, jembatan permanen bisa segera terbangun, meskipun jembatan darurat ini masih bisa bertahan untuk beberapa tahun ke depan,” katanya.

Usai meresmikan jembatan ini, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, menambahkan jika pihaknya tengah menyiapkan program-program strategis. Seperti bandara (airport) di Kediri yang kemudian koneksitasnya tidak hanya nasional tapi juga internasional. Pasti kebutuhan-kebutuhan untuk bisa menemukan objek wisata strategis itu akan menjadi kebutuhan kebutuhan baru. Ketika destinasi airport di Kediri itu sudah selesai. Sekarang ini sedang berproses.

“Sekarang menunggu penetapan lokasi (Penlok) antara Tol Kediri dan Tulungagung. Kalau itu sudah selesai, koneksitas ke Trenggalek akan sangat tersupport dengan transportasi udara yang sampai ke Kediri, Tol Kediri-Tulungagung dan kemudian akan nyambung ke Trenggalek,” ujar Gubernur Jatim.

Pariwisata yang menjadi kekuatan Trenggalek, tambahnya, akan menjadi bagian strategis pengembangan daerah wisata Kabupaten Trenggalek. “Titik-titik strategis ini akan menjadi bagian penting, untuk membangun konektivitas sentra-sentra ekonomi baru di kawasan Kabupaten Trenggalek,” paparnya. (mil/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *