Trenggalek
HUT Brimob ke 73, Polres Trenggalek Datangkan Polisi Viral Masuk Pak Eko

“Saya Bangga menjadi bagian dari Brimob. Meskipun saya sudah pensiun tidak sedikitpun tersingkir dari benak saya. Mengenang sejarah Brimob mulai dari sebelum merdeka dan bagaimana perjuangan saya dulu ketika masih berdinas, jiwaragaku demi kemanusiaan, ” ungkap purnawirawan yang pernah menjabat sebagai Kabagsumda Polres Trenggalek ini.
Ia berpesan, jangan menjadi Polisi yang elek-elekan ketika berdinas, di Brimob kita diajarkan untuk menjadi aparat negara yang disiplin dan bertanggung jawab dalam tugasnya.
Acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Kapolres didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Trenggalek yang diserahkan kepada AKBP (Purn) Jasno dan Aiptu Suwadi Nur.
Sebagai informasi, Brimob merupakan pasukan elit Kepolisian Republik Indonesia yang secara umum memiliki tugas dalam bidang kemiliteran untuk mempertahankan dan memelihara keamanan serta ketertiban dalam negeri yang kemarin tepat pada tanggal 14 November 2018 genap berusia 73 tahun.
Menilik sejarah kelahiran Brimob, Brimob dibentuk pertama kali dengan nama Pasukan Polisi Istimewa yang diberikan tugas melucuti senjata tentara Jepang, melindungi kepala negara, dan mempertahankan ibukota.
Sebagai pasukan yang memiliki sikap dan daya juang tinggi, sehingga mampu memberi dorongan serta motifasi yang besar terhadap moral dan keuletan tekad bagi rakyat Indonesia untuk terus berjuang mempertahankan Kemerdekaan Indonesia melawan kekuasaan asing di bumi Indonesia, di bawah pimpinan Inspektur Polisi I Mohammad Yasin pasukan polisi istimewa ikut berjuang dalam pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.
Dan berlanjut pada 14 November 1946 Perdana Menteri Sutan Syahrir merubah nama Pasukan Polisi Istimewa kemudian menggantinya dengan sebutan Mobile Brigade (Mobrig) dan ditetapkan sebagai hari jadi Brimob. Seiring berjalannya waktu nama Mobrig mengalami perubahan menjadi Korps Brigade Mobil mulai 14 November 1961 hingga saat ini.
Berbeda dengan Brimob zaman dulu yang tugasnya masih menggunakan sistem yang diktator sebagai pasukan dan perbantuan kekuatan, sesuai dengan situasi dan kondisi negara dan pemerintahan saat ini tugas dan peran Brimob di dalam kesatuan tubuh Polri menjadi lebih fleksibel ditandai dengan adanya dinamika struktur kelembagaan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing yang terdiri dari Satuan I Gegana, Brigade Mobil Polri Resimen Pelopor, Pusat Latihan Pasukan Pendarat Komando Latih Korps Marinir Atau (Puslatpasrat Kolatmar), dan Satuan Intel. (mil/yan)
















