Kota Malang
Inflasi Kota Malang Januari 2025 Capai 0,98 Persen, Sektor Makanan Jadi Pendorong Utama

Memontum Kota Malang – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatat inflasi month to month (m-to-m) pada bulan Januari 2025 sebesar 0,60 persen, sedangkan year-on-year (y-on-y) sebesar 0,98 persen. Kenaikan ini mendorong Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Malang sebesar 106,30.
Kepala BPS Kota Malang, Umar Sjaifudin, menyampaikan bahwa inflasi y-on-y dipengaruhi oleh kenaikan harga di beberapa kelompok pengeluaran. Dengan kontribusi terbesar berasal dari makanan, minuman dan tembakau yang mengalami inflasi 3,34 persen.
“Kelompok pengeluaran lainnya yang mengalami inflasi y-on-y antara lain pakaian dan alas kaki sebesar 2,94 persen, perlengkapan dan pemeliharaan rumah tangga 1,41 persen, kesehatan 2,66 persen, serta transportasi 0,86 persen,” ujar Umar, Selasa (04/02/2025) tadi.
Selain itu, kelompok rekreasi, olah raga, dan budaya mencatat inflasi 1,20 persen, diikuti kelompok pendidikan sebesar 1,21 persen, penyediaan makanan dan minuman atau restoran 1,25 persen, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mengalami inflasi tertinggi sebesar 7,58 persen.
Baca juga :
Di sisi lain, beberapa kelompok pengeluaran mengalami deflasi y-on-y, terutama kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang turun 9,20 persen. Selain itu, kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan juga mengalami deflasi sebesar 0,18 persen.
“Penurunan harga di sektor perumahan terutama disebabkan oleh turunnya tarif listrik, yang memberikan andil besar terhadap deflasi di kelompok ini,” ucapnya.
Dengan inflasi tahunan yang masih di bawah 1 persen, Kota Malang mengalami tekanan harga yang relatif terkendali. Namun, kenaikan di sektor makanan dan perawatan pribadi tetap menjadi perhatian karena dapat mempengaruhi daya beli masyarakat.
“Pemantauan harga secara berkelanjutan diperlukan, terutama untuk kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan signifikan, agar stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat tetap terjaga,” imbuh Umar. (rsy/sit)










