Bondowoso
Jadikan Kota Tape sebagai Daerah Penghasil Daging, Pengamat Ekonomi Sarankan termasuk Sertifikasi Halal

Memontum Bondowoso – Pemkab Bondowoso bersama warga berkolaborasi menjadikan Kota Tape, sebagai wilayah daerah penghasil daging terbesar di Jatim. Langkah ini mulai dimaksimalkan, seiring banyaknya wilayah kecamatan yang memiliki usaha ternak. Baik itu dengan kandang komunal, maupun ternak yang dikelola oleh perorangan maupun kelompok.
Salah satu diantaranya, seperti yang tengah dikembangkan oleh Kampung Zakat di Desa Sulek, Kecamatan Tlogosari. Melihat fenomena ini, seorang ekonom mendorong agar daging hasil produksi juga segera diberikan sertifikat halal.
Informasi memontum.com, Kampung Zakat di Desa Sulek merupakan hasil kerjasama antara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dengan Universitas Negeri Jember (Unej) kampus Bondowoso. Kedua lembaga ini, berbagi tugas. BAZNAS menyediakan modal usaha bagi peternak, sedangkan Unej bertanggung jawab dalam bidang administrasi dan kesehatan ternak. Langkah itu, bertujuan untuk membantu perekenomian masyarakat dan penyediaan daging sehat.
Pengamat ekonomi Bondowoso, Dr Moehammad Fathorrazi, mengatakan bahwa kerja sama Baznas dengan Unej ini merupakan salah satu ihtiar untuk menjadikan Bondowoso sebagai Pusat Daging Halal (PDH). “Banyak program Unej yang disinergikan dengan Baznas. Antara lain, pembuatan pakan ternak di Desa Trebungan dan Program Kampung Kelinci di Desa Kerang,” kata Koordinator Unej Kampus Bondowoso, Senin (17/01/2022).
Baca juga :
- Gubernur Jatim Tinjau Gelaran Pasar Murah di Banyuwangi
- Bupati Malang Terima Kunjungan Kapolresta Malang di Monumen dan Museum Tragedi Kanjuruhan di Gate 13
- Anggota Satgas TMMD Kediri Beri Materi Wawasan Kebangsaan untuk Siswa MI Al-Munir
- Gubernur Jatim Salurkan Bantuan Sosial Rp 5,26 Miliar untuk Masyarakat Banyuwangi
- PBB 2026 Kota Malang Resmi Dibuka, Tak Ada Kenaikan dan Pembayaran Kian Praktis
Rosi-sapaannya menambahkan, pihaknya bermimpi di Bondowoso ada Pertanian Terpadu. Sehingga, produknya berkwalitas dan hasilnya maksimal. Goalnya adalah, menjadikan perekonomian petani Bondowoso meningkat.
Ditambahkannya, khusus peternakan, pihaknya akan berupaya di Bondowoso ada Rumah Pemotongan Hewan (RPH). Sehingga, ketika warga Bondowoso memotong di tempat ini, dagingnya halal.
Hal ini, terangnya, sejalan dengan rencana Ketua LPPNU (Lembaga Pengembangan Pertanian NU), Rusdi Hasan. Yang mempunyai program RPH halal. “Kami berencana mendirikan RPH halal,” kata mantan anggota DPRD Kabupaten Bondowoso ini. (zen/sit)
















