SEKITAR KITA
Kamar Warga Binaan Lapas Kelas IIB Probolinggo Dirazia Gabungan

Memontum Probolinggo – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kota Probolinggo menggelar razia gabungan pada kamar hunian warga Binaan Pemasyarakatan, Selasa (06/04) malam. Pelaksanaan sendiri, dengan mengerahkan petugas gabungan dari Polres Probolinggo Kota, Kodim 0820/Probolinggo, BNN dan Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), dengan menyasar seluruh kamar hunian baik laki-laki maupun perempuan.
Tim gabungan menyusuri semua blok yang ada di Lapas, setiap ruangan dan warga binaan digeledah. Hal ini, bertujuan untuk memastikan bahwa Lapas bersih dari narkoba.
Baca juga:
- Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia
- Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat
- Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan
- Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan
- Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil
“Razia gabungan ini merupakan rangkaian dalam rangka mendukung Program Anti Handphone, Pungli dan Narkoba (Halinar) di dalam Lapas,” tutur Kalapas Kelas IIB Kota Probolinggo, Risman Sumantri.
Risman menambahkan, guna mensukseskan Operasi ini, pihaknya siap bersinergi dengan pihak manapun, karena tujuan kita sama yaitu menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman narkoba. “Razia bersama ini dalam rangka memperingati Hari Bhakti ke 57 Pemasyarakatan Tahun 2021,” terangnya.
Hal senada disampaikan oleh Kabag Ops Polres Probolinggo Kota, Kompol Hermawan, bahwa pelaksanaan ini selain mengantisipasi peredaran dan penyalahgunaan narkoba, juga mengantisipasi adanya penyalahgunaan barang barang seperti handphone dan senjata tajam. “Sehingga, Lapas benar-benar aman,” ujarnya.
Sementara itu, Dandim 0820/Probolinggo melalui Penerangan Kodim (Pendim), Serma Sumartono, mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung program pemerintah perihal lapas anti narkoba dan handphone. “Dari hasil razia gabungan, tidak ditemukan adanya narkoba dan handphone,” terangnya. (geo/ed2)
















