Hukum & Kriminal
Kapolresta Makota Apresiasi Vaksinasi di Kampus UIN, Prokes Ketat dan Sediakan Tim Mengatasi Fobia Jarum

Memontum Kota Malang – Kapolresta Malang Kota (Makota) AKBP Budi Hermanto SIK MSi, Minggu (15/8), meninjau pelaksanaan vaksinasi di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Mualana Malik Ibrahim Kota Malang. Tentunya untuk melihat langsung proses vaksinasi di hari kedua dengan peserta 2500 mahasiswa UIN.
Total vaksinasi di kampus UIN sebanyak 5000 mahasiswa yang dibagi selama dua hari. Dengan perharinya dilakukan vaksinasi Astra Zeneca sebanyak 2500 mahasiswa. Meskipun jumlah peserta cukup besar, namun protokol kesehatan tetap terjaga dengan menjaga jarak pada antrian vaksin.
Baca juga:
- Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia
- Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan
- Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil
Selain itu, juga terlihat dokter psikologi dan tim yang bertugas melakukan pendekatan secara psikis kepada peserta. Yakni peserta yang tensinya tinggi akibat panik dan juga akibat fobia jarum suntik.
Melihat proses serbuan vaksinasi ini, AKBP Budi Hermanto memberikan apresiasi. “Kami akan menjalin kerjasama dengan UIN, disaat nanti kami mendapatkan vaksin. Pelaksanaan nya nanti di UIN karena disini bagus tertata dengan alur mulai dari entri data sampai observasi yang luar biasa, nakesnya juga ada dua Shift. Pertama pagi hingga siang dan yang kedua siang sampai selesai,” ujar AKBP Budi.
Pihaknya mengimbau suoaya masyarakat tetap disiplin dalam protokol kesehatan. Terutama dalam 5M, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas di luar rumah.
Pihakanya juga akan terua berkoordinasi dengan pihak akademisi untuk menanggulangi Covid-19. “Untuk kita sama sama membuat system regulasi bagaimana edukasi dari hulu hingga hilir. Bagaimana kita menuntaskan covid yang ada di Malang Raya dan bagimana kita menghidupkan pemulihan ekonomi Indonesia, membutuhkan juga kajian dari akademisi,” ujar AKBP Budi. (gie)
















