Kota Malang

Komisi A DPRD Jatim sebut MPP Kota Malang Layak Jadi Pilot Project Pelayanan Digitalisasi

Diterbitkan

-

MPP: Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, saat mendampingi Komisi A DPRD Jawa Timur, dalam kunjungan kerja ke Mal Pelayanan Publik (MPP) Merdeka Kota Malang. (memontum.com/rsy)

Memontum Kota Malang – Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, mendampingi Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur (Jatim), dalam kunjungan kerja ke Mal Pelayanan Publik (MPP) Merdeka Kota Malang, Selasa (03/06/2025) tadi. Kunjungan itu dilakukan, sebagai bagian dari upaya mendorong percepatan transformasi layanan publik berbasis digital di seluruh daerah Jatim.

Ketua Komisi A DPRD Jatim, Dedi Irwansyah, mengapresiasi atas kemajuan pelayanan publik di Kota Malang. Bahkan, dirinya juga menyebut Kota Malang layak menjadi percontohan (pilot project) untuk digitalisasi layanan di tingkat provinsi.

“Alhamdulillah, hari ini kami melakukan kunjungan pelayanan publik Kota Malang. Harapan kami, masyarakat bisa mengakses layanan dalam satu kali klik,” kata Dedi.

Menurutnya, Kota Malang memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) dan potensi pendapatan yang kuat. Sehingga, dinilai siap menjadi model penerapan sistem layanan publik terintegrasi. Dirinya juga menyinggung, aplikasi layanan milik Kota Malang, yakni Mbois yang dinilai dapat diintegrasikan dengan platform layanan nasional maupun aplikasi milik Pemerintah Provinsi Jatim, Majadigi.

Advertisement

Baca juga :

“Kami mendorong agar semua layanan yang masih terkotak-kotak, terutama yang dimiliki masing-masing OPD, diintegrasikan ke dalam satu sistem. Kota Malang ini bisa menjadi contoh karena SDM-nya sudah melek digital. Diskominfo mungkin punya datanya, Insyaallah, masyarakat Kota Malang 90 persen sudah melek digital,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dedi menyebut bahwa digitalisasi pelayanan publik masih kerap menghadapi kendala, terutama dalam hal SDM dan anggaran. Namun, Pemprov Jatim telah menyiapkan program Cerdig (Cerdas Digital) untuk meningkatkan literasi digital masyarakat. Di sisi anggaran, dia menyebut pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten atau kota.

“Kami berkomitmen terhadap digitalisasi layanan publik di Jatim dan sudah menyampaikannya ke Ibu Gubernur. Beliau juga sangat perhatian terhadap hal ini. Kami mulai dari Kota Malang karena skalanya sesuai dan masyarakatnya sudah siap,” lanjut Dedi.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, menyampaikan apresiasi atas perhatian Komisi A DPRD Jatim terhadap pelayanan publik di Kota Malang. “Kami berterima kasih atas kunjungan Komisi A dan anggotanya. Tadi ada beberapa masukan yang disampaikan, termasuk hal-hal teknis seperti perbaikan pendingin ruangan. Namun yang paling penting adalah dorongan agar Kota Malang menjadi pilot project digitalisasi pelayanan publik, dan itu sedang kami siapkan,” kata Wawali Ali.

Advertisement

Dirinya juga menegaskan, bahwa Pemkot Malang akan terus meningkatkan kualitas SDM dan alokasi anggaran guna mendukung proses digitalisasi layanan secara menyeluruh. (rsy/sit)

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas