Kota Malang

Kurangi Beban APBD, Komisi B DPRD Kota Malang Dorong Kemandirian Pengelolaan Gedung MCC

Diterbitkan

-

MCC: Komisi B DPRD Kota Malang melakukan kunjungan di Gedung MCC Kota Malang. (ist)

Memontum Kota Malang – Besarnya anggaran operasional Gedung Malang Creative Center (MCC) kembali menjadi sorotan Komisi B DPRD Kota Malang. Hal ini, sebagaimana disampaikan Ketua Komisi B, Bayu Rekso Aji.

Dirinya menilai, perlunya langkah kemandirian dalam pengelolaan MCC agar tidak terus membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Malang. Pria yang kerap disapa Bayu, menyampaikan bahwa pada tahun 2019-2020 lalu anggaran MCC mencapai Rp 150 miliar. Sementara untuk 2025, diperkirakan membutuhkan Rp 6 miliar hingga Rp 7 miliar.

“APBD kita terbatas, sehingga perlu penghematan. Salah satu solusi yang dipaparkan saat kami mengunjungi MCC, mereka akan menjalin kerja sama dengan pihak ketiga. Ini penting untuk mengurangi beban APBD, apalagi banyak program prioritas lain yang juga membutuhkan anggaran,” ujar Bayu, Rabu (25/12/2024) tadi.

Menurutnya, fasilitas MCC saat ini sudah memenuhi standar sebagai destinasi wisata kreatif, seperti adanya eskalator, lift dan toilet yang memadai. Namun, Bayu menekankan pentingnya pengelolaan yang lebih mandiri agar MCC dapat menjadi pusat perputaran ekonomi kreatif tanpa bergantung sepenuhnya pada APBD.

Advertisement

Baca juga :

“Kami juga berdiskusi soal kemungkinan pembentukan Dinas Ekonomi Kreatif pada 2026, menyesuaikan dengan kementerian di tingkat pusat. Hal ini diharapkan dapat mendukung pengelolaan MCC secara lebih optimal,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, menyampaikan bahwa sekitar 40 persen area Gedung MCC telah dimanfaatkan. Namun, regulasi berupa peraturan daerah (Perda) terkait pengelolaan MCC masih dalam tahap finalisasi.

“Kami menerima banyak masukan agar MCC bisa dimanfaatkan secara maksimal dan memberikan kontribusi nyata kepada pemerintah daerah, baik melalui retribusi maupun pajak,” ucap Eko.

Tidak hanya itu, menurutnya MCC juga telah menjadi pusat bagi 17 sektor ekonomi kreatif di Kota Malang. Salah satu program unggulan adalah rencana ekspor perdana produk UMKM, seperti keripik nangka, tempe dan daun pisang ke Australia dan Selandia Baru pada Januari 2025.

Advertisement

“MCC berperan sebagai agregator sekaligus inkubator bagi pelaku UMKM. Keberadaan MCC juga telah berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Kota Malang yang mencapai 6,09 persen pada 2023, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional (5,94 persen) dan Jawa Timur (5,07 persen),” imbuh Eko. (rsy/sit)

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas