Kabar Desa
Minimalisir Tutup Paska Pembukaan, Kades Junrejo Minta UMKM Kota Batu Lebih Dimaksimalkan

Memontum Kota Batu – Kegiatan penyelenggaraan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang sering digelar oleh Pemkot Batu, menuai perhatian kepala desa (Kades). Itu karena, tidak sedikit pelaksanaan yang paska digelar atau dibuka, kemudian banyak stand yang tutup.
Kepala Desa (Kades) Junrejo, Andi Faisal Hasan, mengatakan bahwa tidak sedikit pelaksanaan yang melibatkan UMKM, tidak bisa bertahan lama. Bahkan, setelah pembukaan acara itu, sebagian besar pelaku UMKM menutup stannya karena sudah tidak laku.
“Saya menilai, kegiatan UMKM yang kerap kali digelar Pemkot Batu, hanya seremonial semata. Karena, ramai hanya saat hari pertama pembukaan, terus di situ ada tamu undangan dan hari berikutnya sudah sepi. Bahkan, kalau ada pengunjung, itu hanya melihat-lihat saja,” terang Andi, Rabu (05/04/2023) tadi.
Baca juga :
- Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia
- Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat
- Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan
- Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan
- Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil
Dicontohkannya, seperti saat Jambore Desa Wisata di Rest Area Desa Oro-oro Ombo, pada Maret 2023 yang lalu. Dimana, dari 24 desa dan kelurahan yang menampilkan potensi masing-masing, diantaranya wisata dan produk UMKM, juga bernasib sama.
“Disitulah, UMKM pada mengeluh karena hanya hari pertama yang ramai. Jelas, di sini rugi biaya dan tenaga,” ujarnya.
Untuk itu, tegasnya, dari semua kegiatan UMKM yang sudah digelar, jangan sampai UMKM hanya menjadi pelengkap. “Saya berharap, Pemkot Batu menggarap dengan serius setiap kegiatan yang melibatkan UMKM. Sehingga, tidak ada UMKM yang mengeluh dan ada output dari kegiatan itu,” paparnya. (put/sit)
















