Pamekasan
MTs Negeri 3 Pamekasan Terapkan Kurikulum Merdeka Belajar dengan Tekankan Sejarah Batik

Memontum Pamekasan – Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 3 Pamekasan mengadakan carnival batik dalam implementasi kurikulum merdeka belajar, Senin (03/10/2022) tadi. Salah satu yang dilakukan, yakni dengan mengenalkan sejarah batik pada siswa.
Kepala Sekolah MTs Negeri 3 Pamekasan, Mohammad Holis, mengatakan bahwa kegiatan ini sebenarnya berawal dari implementasi kurikulum merdeka belajar, yang mulai berlaku pada awal pembelajaran ajaran baru tahun kemarin. “Sebetulnya, kita kemarin ada tiga opsi. Pada Hari Guru, Hari Ayah dan Hari Batik. Dan keputusan rapat memilih di Hari Batik, dengan mengangkat tema Sumber Bungur Batik Carnival Tahun 2022,” ucapnya.
Mohammad Holis menjelaskan, kegiatan ini juga adalah pembelajaran berproyek yang diawali dengan langkah-langkah agar siswa di MTs Negeri 3 Pamekasan, paham secara detail tentang batik. “Kegiatan ini, kita awali dengan penyusunan modul projek insidental. Kemudian, ada step pertama yaitu penyampaian terkait sejarah batik hingga kontruksi. Dilanjutkan, step dua jenis-jenis batik di Indonesia. Kemudian, anak-anak menyediakan stand dan hari ini adalah ending dari kegiatan tersebut,” jelasnya.
Baca juga:
- Bupati Sanusi Terima Penghargaan Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih dari Menteri Lingkungan Hidup
- Masuk Peringkat 7 Besar Nasional, Wali Kota Malang Terima Penghargaan Sertifikat Menuju Kota Bersih
- Gudang Bulog dan TBBM Jadi Sasaran Pemantau Bupati dan Forkopimda Banyuwangi Hadapi Lebaran
- Pemkot Malang Siapkan Pendanaan Revitalisasi Pasar Besar dengan Skema KPBU
- PBI Dinonaktifkan, BPJS Malang Pastikan Warga Tak Mampu Bisa Aktifkan Kembali Kepesertaan
Kegiatan yang dihadiri Kepala Kemenag Pamekasan dan Forkopimka Pakong, tidak hanya berupa stand batik. Akan tetapi, disertai dengan fashion show baju batik siswa antar kelas.
Kepala Kementrian Agama Kabupaten Pamekasan, Mawardi, dalam kesempatan itu menyampaikan banyak terima kasih kepada seluruh guru dan siswa Sumber Bungur Pakong, Pamekasan, yang telah mengadakan kegiatan yang sangat inovatif tersebut.
“Kami dari Kementerian Agama Kabupaten Pamekasan sangat mengapresiasi pada kegiatan ini. Ini adalah kegiatan yang sangat inovatif, bisa jadi ini kegiatan pertama yang digelar di Kabupaten Pamekasan,” katanya.
Selain itu, Mawardi menambahkan bahwa carnival yang dilaksanakan dengan beberapa modul proyek tersebut, menjadi implementasi sesungguhnya dari kurikulum merdeka belajar yang diterapkan oleh pemerintah pusat. “Saya bangga dan berterimakasih pada jajaran MTs Negeri 3 Pamekasan, yang sudah menggelar carnival ini. Karena ini merupakan pembelajaran yang sesungguhnya dan bagian dari implementasi kurikulum merdeka belajar,” tambahnya.
Dirinya berharap, agar nanti semua ilmu yang didapat dari kegiatan itu bisa membawa anak-anak MTs Negeri 3 Pamekasan, menjadi anak yang pintar secara soft skill dan hard skill. (azm/gie)
















