Hukum & Kriminal
Operasi Pekat Semeru II 2025, Polresta Malang Kota Amankan 36 Tersangka

Memontum Kota Malang – Selama Operasi Pekat Semeru II 2025 yang dimulai sejak 1 Mei hingga 14 Mei 2025, petugas Polresta Malang Kota berhasil mengungkap 24 kasus dengan 36 tersangka. Diantara sejumlah tersangka itu, 18 kasus penganiayaan dengan 18 tersangka, debt collector 1 kasus 1 tersangka, gangster 1 kasus 5 tersangka dan pengeroyokan 4 kasus 11 tersangka.
Wakapolresta Malang Kota, AKBP Oskar Syamsudin, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus tersebut terbagi dalam empat kategori, yakni penganiayaan, debt collector, gangster dan pengeroyokan. “Saat ini semua kasus tersebut tengah dalam proses penyidikan dan akan dilimpahkan ke kejaksaan untuk proses hukum lebih lanjut,” ujarnya, dalam rilis di Mapolresta Malang Kota, Jumat (16/05/2025) tadi.
AKBP Oskar menegaskan, bahwa Operasi Pekat Semeru ini fokus utamanya memang untuk memberantas premanisme dan tindak kriminal lainnya yang sangat meresahkan masyarakat. “Meski Operasi Pekat Semeru 2025, telah usai namun kita akan terus meningkatkan pembrantasan premanisme dan kejahatan lainnya,” tegasnya.
Baca juga :
Diantara para tersangka ini, salah satunya adalah T alias Gayo (38), warga Dusun Tanjung, Desa Banjararum, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Dia ditangkap karena telah menikam FS (50), warga Kelurahan Penanggungan, Kecamatan Klojen, Kota Malang, dengan sebilah pisau.
Informasinya, penikaman ini terjadi di Jalan Mayjen Panjaitan, Kelurahan Penanggungan pada Senin (12/05/2025) sekitar pukul 22 30. Saat itu, tersangka Gayo dalam kondisi mabuk, cekcok dengan korban. Saat itu, Gayo mengaku bahwa korban memukulnya terlebih dulu. Karena tak terima dengan pukulan itu, Gayo langsung menikam korban dengan sebilah pisau. Akibat luka tikam pada perut bagian kanan, korban segera dilarikan ke IGD RSSA Malang.
Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Muhammad Soleh, mengatakan bahwa tersangka T alias Gayo berhasil diamankan keesokan harinya. “Korban mengalami luka berat akibat ditikam pisau oleh pelaku. Bahkan sampai saat ini, korban masih menjalani perawatan di RSSA Malang,” jelasnya. (gie)












