Banyuwangi
Panen Tembakau di Banyuwangi Meningkat Tajam

“Pada tahun lalu, hasilnya panen saya tidak seperti ini, sudah rusak, hasilnya dibawah 1 ton,”ungkap Yanto.
Dalam satu pohon tembakau, para petani ini akan memanen daun tembakau sebanyak empat kali.
“Beda dengan panen padi, untuk panen tembakau ini secara bertahap, hanya daun yang sudah masak saja yang di ambil, dan ini memerlukan 4 kali pengambilan daun,”ucapnya.
Perjuangan petani tembakau di Kecamatan Wongsorejo untuk mendapatkan hasil panen tembakau yang baik harus bersusah payah dan butuh pengorbanan. Menurutnya, areal lahan pertanian ratusan hektar ini sangat membutuhkan air. Untuk mencukupi kebutuhan air guna menghidupi pertaniannya, mereka harus membuat sumur bor dan pupuk NPK yang sangat langka.
“Daerah kami ini daerah tandus, ratusan hektar lahan pertanian sangat membutuhkan air, dan masalah ini harus menjadi perhatian pemerintah,”pintanya.
Kecamatan Wongsorejo, bukan saja terkenal dengan hasil tembakau saja, namun juga terkenal cabainya. Untuk menghasilkan pertanian yang bagus, para petani harus mengeluarkan biaya yang sangat tinggi, dibandingkan dengan petani yang perairannya sangat bagus.
“Untuk menyiram pertanian ini, para petani harus mengeluarkan biaya tinggi, mereka harus mengambil dari sumur, dan menyedot air dari sumur itu juga membutuhkan biaya, beda dengan para petani yang sumber airnya melimpah, tinggal tanam saja,”tandasnya. (kur/yan)
















