Connect with us

Pemerintahan

Pantau Persebaran Covid-19, Polres Luncurkan Aplikasi Anti Covid-19 Bangkalan

Diterbitkan

||

Forkopimda saat menyaksikan peluncuran aplikasi penanganan Covid-19
Forkopimda saat menyaksikan peluncuran aplikasi penanganan Covid-19

Memontum Bangkalan – Persebaran Covid-19 di Bangkalan bertambah setiap hari. Untuk memantau pergerakan pasien dari berbagai status tersebut, Polres Bangkalan meluncurkan aplikasi Analisa Tracing Informasi (Anti) Covid-19 Bangkalan.

Dari aplikasi tersebut, terdapat berbagai pelayanan yang bisa diakses oleh masyarakat umum. Sesuai dengan namanya, aplikasi tersebut berisikan berbagai informasi Covid-19 di Bangkalan mulai dari penyebaran, hasil tracing, informasi seputar Covid-19.

Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron mengatakan, layanan ini cukup membantu gugus tugas dalam menyampaikan informasi aktual tentang Covid-19 di masyarakat. Melalui aplikasi ini, diharapkan dapat mencegah penyebaran Covid-19.

“Kita bisa memantau pasien OTG dan juga update data sebaran. Selain itu, melalui aplikasi ini kita juga bisa melaporkan apabila ada yang terkena covid atau pasien covid ada disekitar kita. Alhamdulillah ini akan sangat membantu,” ungkapnya, Selasa (23/6/2020).

Sementara itu, Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra menyampaikan, melalui aplikasi ini tak hanya mendapatkan informasi seputar Covid-19 namun juga menyediakan layanan konsultasi. Petugas juga sudah disiapkan untuk membantu selama 24 jam penuh.

“Ada nomer telepon yang aktif 24 jam untuk masyarakat yang membutuhkan konsultasi. Data base tentang Covid-19 bisa diakses disitu,” tuturnya.

Tak hanya itu, aplikasi tersebut juga akan terhubung dengan berbagai tempat tangguh diantaranya ponpes tangguh, kampung tangguh, mall tangguh dan lainnya. Masyarakat juga dapat melihat titik keramaian atau titik penyebaran Covid-19 melalui aplikasi tersebut.

“Kalau kita melihat aplikasi itu, kita bisa menghindari titik keramaian yang menjadi potensi sebaran. Dengan begitu angka sebaran dapat segera menurun dan habis,” tambahnya.

Secara teknis ia mengatakan, data base dari surveilans dan juga diskominfo disingkronkan agar menjadi satu data yang bisa diakses dengan mudah. Sehingga, data OTG, ODR, ODP, PDP, Positif, Meninggal dan sembuh dapat diketahui masyarakat. (Isn/nhs/yan)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.