SEKITAR KITA
Pelabuhan Perikanan Probolinggo Mayangan Tutup Bagi Pengunjung Selama PPKM Darurat

Memontum Probolinggo – Pemerintah memastikan menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat setelah berdiskusi dengan banyak pihak. Keputusan ini menyikapi kasus Covid-19 yang melonjak naik dalam beberapa pekan terakhir.
Kepala UPT PPP Mayangan Probolinggo, Siswanto, sepakat untuk menutup wilayah Pelabuhan Perikanan Probolinggo (PPP) bagi para pengunjung untuk mendukung penetapan PPKM Darurat Jawa Bali, mulai 03 hingga 20 Juli mendatang.
Baca juga:
- TMMD Ke-127 Kediri, Dansatgas Beri Khutbah Jamaah Salat Jumat di Desa Gadungan
- Sidang Terdakwa Dugaan Penggelapan Emas Rp 3,3 Miliar, Uang Hasil Kejahatan untuk Gaya Hidup dan Dugem
- Dorong Ketahanan Pangan, TMMD Ke 127 Kediri Lakukan Penanaman Benih Jagung
Siswanto mengajak semua pihak untuk mendukung keputusan pemerintah tentang pemberlakuan PPKM Darurat Jawa Bali ini.
“Perkembangan paparan Covid-19 di Indonesia trendnya selalu naik. Hampir disemua kabupaten/ kota di Jawa dan Bali, tak terkecuali di Kota Probolinggo. Hampir semua rumah sakit sudah mulai menolak pasien. Faktanya akhir-akhir ini banyak yang meninggal,” ucapnya, Sabtu (03/07).
Bahkan, lanjut Siswanto, hanya dalam sepekan terakhir penambahan pasien Covid-19 saat ini terus naik. “Langkah ini diambil untuk menghindari penyebaran Covid-19. Jadi yang ada rencana liburan ke Pelabuhan Perikanan Pantai Mayangan dalam waktu dekat ini, batalkan atau tunda sementara,” lanjut Kepala UPT PPP Mayangan. (geo/ed2)
















