Connect with us

Kota Malang

Pelajar SMK Dihajar Massa, Kepergok Curi Motor di Kampus UM

Diterbitkan

||

MK saat diamankan. (repro)

Memontum Kota Malang– Diduga maling motor, seorang pelajar SMK  berinisial MK (15) mengaku warga Jl Letjend Sutoyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Kamis (7/12/2017) sekitar pukul 09.30, berhasil diamankan oleh Satpam UM (Universitas Negeri Malang). Dia dipergoki oleh takmir Masjid Al Hikmah saat berusaha mencuri motor Jupiter Z merah Nopol  S4126XL  milik salah seorang mahasiswa yang di parkir di halaman masjid.


Informasi Memontum.com (Grup Memo X), bahwa pagi itu MK terlihat masuk ke pekarangan Masjid Al Hikmah. Tak lama kemudian dia memegangi stang motor Jupiter  warna merah milik korban . Nampaknya MK tidak tahu kalau aksinya sedang dilihat oleh Riki Yakub (30)  takmir masjid. Dengan tenang MK kemudian memasukan suatu benda ke dalam rumah kontak seperti mengotak atik. Karena tak mau kecolongan, Riki kemudian menangkap MK.

Meskipun demikian, MK sempat bersikukuh bahwa motor tersebut adalah motor miliknya. Namun Riki tidak bisa dinohongi karena mengetahui bahwa motor itu adalah motor milik salah seorang mahasiswa.  “Pelaku sempat mengaku kalau motor Jupiter itu adalah miliknya,” ujar Pujianto, satpam UM.


Kejadian itu cukup mengundang perhatian para mahasiswa yang berada di lokasi. Setelah MK tidak bisa menunjukan bukti kepemilikan motor, emosi mahasiswa pun terpancing. Beeruntung saat itu petugas keamanan segera datang ke melakukan pengamanan. MK sempat beberapa kali merasakan bogem mentah namun beruntung dia segera diamankan di pos satpam hingga tidak sampai babak belur terlalu parah. Namun sayangnya dia sudah berhasil membuang alatbyang diduga kunci T di sekitar lokasi.

Saat dimintai keterangan, MK yang seperti orang sedang teler mengaku sudah 10 kali mencuri helm di Kampus UM. Dia juga mengaku pernah mencuri motor di parkiran UKM UM. Atas perbuatannya itu, MK kemudian diaerahkan ke Polsekta Lowokwaru. Kini petugas masih terus melakukan penyidikan dan pengembangan. Apalagi MK sempat mengaku memiliki komplotan yakni 2 perempuan dan 1 laki-laki. ” Kami masih terus melakukan penyelidikan, penyifokan dan pengembangan,” ujar Ipda Marhaeni, Kasubag Humas Polres Malang Kota. (gie/yan)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *