Kediri
Pengamat Ekonomi Nilai Kebijakan Mas Dhito Atasi Dampak Kenaikan BBM di Kediri Tepat Sasaran

Memontum Kediri – Ekonomi di Kabupaten Kediri diprediksi akan tetap stabil, paska ditetapkannya kenaikan harga BBM oleh pemerintah pusat, pada 3 September lalu. Faktor yang berpengaruh besar terhadap kestabilan ekonomi di Bumi Panjalu, ini adalah kebijakan penyaluran subsidi dan kuatnya UMKM yang dibangun oleh Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana.
Hal ini, disampaikan oleh Pengamat Ekonomi sekaligus Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Pawyatan Daha Kediri, Sri Utami Hanggondosari. Menurutnya, pondasi UMKM di Kabupaten Kediri, cukup kuat sehingga perputaran ekonomi dalam sektor ini tetap terjaga yang kemudian akan berpengaruh langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Di Kabupaten Kediri ini tidak terlalu berdampak secara fluktuasi seperti di daerah lain. Karena, perekonomian rakyat sudah cukup kuat melalui UMKM,” kata Sri Utami, Kamis (08/09/2022) tadi.
Kuatnya UMKM ini, kata Sri Utami, dapat dilihat dari bagaimana bupati yang akrab disapa Mas Dhito, itu terjun langsung mengawal kemajuan UMKM di wilayahnya. Kemudian, terbentuknya sentra dan garasi UMKM yang telah dibangun oleh bupati muda tersebut juga dinilai dapat memperkuat sektor UMKM.
Baca juga:
- Paripurna DPRD, Bupati Lumajang Pastikan APBD untuk Masyarakat
- Pelatihan Petugas Sensus, Sekda Erik Tegaskan Tanpa Data Akurat Pemerintah Sulit Tentukan Arah Pembangunan
- Temukan Sejumlah Aduan, Ketua DPRD Kota Malang Minta Evaluasi Pelaksanaan MBG
- Perkuat Iklim Investasi dan Percepatan Pembangunan Daerah, Bupati Malang Buka Pelatihan Petugas Sensus
- Evaluasi MBG, Pemkot Malang Usulkan Keterlibatan Sejak Awal Penentuan Lokasi SPPG
Sehingga dengan penguatan tersebut, tambahnya, maka imbas dari kenaikan harga BBM, ini tidak terlalu signifikan terhadap perekonomian di Kabupaten Kediri. Meskipun, harga bahan pokok juga terkerek.
Pihaknya juga menambahkan, bahwa kebijakan yang diambil oleh Mas Dhito, dengan memberikan subsidi terhadap transportasi yang mengangkut bahan pokok serta BLT yang akan diberikan kepada 91 ribu penerima manfaat, ini dirasa tepat sasaran.
“BLT ini lebih tepat sasaran. Efektif dan efisien karena langsung kepada masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.
Tidak hanya Sri Utami, Dosen Ekonomi Pembangunan Universitas Kadiri, Bothy Dewandaru, juga menyoroti kebijakan yang diambil oleh Mas Dhito. Menurutnya, bupati yang gemar bervespa ini sedang dihadapkan dengan tantangan kestabilan ekonomi. Meski demikian, Mas Dhito tetap dipercaya dapat menjaga kondisi ekonomi di Kabupaten Kediri.
Penilaian ini, berkaca dari pandemi. Dimana, UMKM yang menjadi penyokong utama perekonomian di wilayah tersebut tetap tumbuh pesat meski ditempa pandemi selama dua tahun belakangan.
“Setelah pandemi ini, Kondisi di Kabupaten Kediri sangat menarik, ya. Karena Mas Dhito banyak mengembangkan ekonomi daerah. Kemudian menghadapi (kenaikan) BBM ini. Kalau UMKM tetap bertahan, Mas Dhito tetap meningkatkan kinerja UMKMnya, kondisi kenaikan BBM ini tidak terlalu terasa,” ungkapnya.
Pihaknya berharap, bantuan dan subsidi yang dikeluarkan dari pemerintah kabupaten ini bisa tepat sasaran. Sehingga efeknya dapat mengatrol daya beli masyarakat yang kemudian berdampak bagi kenaikan UMKM.
“Dengan daya beli masyarkat yang kuat, keuntungan bagi UMKM juga akan meningkat,” paparnya.
Sebelumnya, Pemkab Kediri tengah menyiapkan langkah-langkah strategis terhadap dampak kenaikan BBM. Salah satunya akan memberikan subsidi kepada pekerja transportasi umum yang mengangkut bahan-bahan pokok.
“Kita akan mensubsidi kebutuhan BBM yang digunakan oleh transportasi umum yang mengangkut bahan-bahan pokok,” terang Mas Dhito usai rapat koordinasi tim pengendalian inflasi daerah, di Kantor Pemerintahan Kabupaten Kediri, Senin (05/09/2022) lalu.
Selain subsidi tersebut, pihaknya juga akan menyalurkan BLT bagi masyarakat terdampak kenaikan BBM ini. Mas Dhito mentargetkan, 15 September mendatang bantuan ini akan disalurkan.(kom/pan/sit)
















