Kabupaten Malang
Satu Pengeroyok Sadis Dampit Keok

Memontum Malang – Menghilang selama 4 bulan lebih tidak membuat pihak kepolisian melupakan perbuatan tersangka Alfan (25) warga Dusun Sumberkembar RT02/RW10, Kelurahan/Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.
Selasa (23/10/2018) pukul 23.30, anggota Reskrim Polsek Dampit dan Buser Satuan Reskrim Polres Malang berhasil meringkus tersangka di rumahnya. Tim gabungan musti menggerebek sebuah rumah kontrakan teman tersangka di jurang Juwok Dampit.
Senin (18/6/2018) silam, tersangka terlibat pengeroyokan atau penganiayaan bersama 3 temannya terhadap Dodik P (17) warga Dusun Purwodadi RT17/RW08, Desa Bumirejo, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.
Mulanya, korban bersama dua temannya di tepi jalan raya Kepatihan, Desa Pamotan Dampit. Lalu datang sekelompok pemuda, sekitar pukul 19.30. Seorang pelaku yang teler miras kemudian menuding korban dan temannya pernah mengeroyok adik seorang pelaku.
Seorang pelaku santai saja mengeluarkan pisau. Dua teman korban lari tunggang langgang. Sementara korban justru ketiban apes menghadapi tersangka Alfan dan rekannya.
Berdalih teman pelaku sempat dipukul teman korban, pelaku mengamuk. Korban dipukuli bahkan tega menyeret korban. Wajah korban lembam dan sekujur tubuhnya terluka akibat diseret para pelaku.
Tidak hanya mengeroyok sadis korban, salah satu pelaku diduga turut merampas ponsel milik korban. Saat itu, korban tidak sadarkan diri ketika seorang pelaku mengambil ponsel miliknya.
Ketika keluarga tahu kejadian tersebut, pihak keluarga korban kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Dampit. Bareng dilaporkan itulah, mendadak tersangka dan pelaku lainnya menghilang dari kediamannya.
“Kami dapat informasi dari masyarakat, pelaku baru pulang dari Kalimantan. Kami kordinasi dengan Buser dan lakukan penggerebekan serta menangkap tersangka,” urai Kanit Reskrim Polsek Dampit, Iptu Soleh Masudi kepada Memontum.com.
Disampaikan Kanit Reskrim Polsek Dampit, Iptu Soleh Masudi, pihaknya akan terus menyidik kasus tersangka hingga tuntas. Menurut Soleh, masih ada sejumlah pelaku yang kini masih dicari keberadaannya. Pihaknya menghimbau, agar pelaku lain menyerahkan diri. (sos)
















