Surabaya
Soekarwo Minta Khofifah Ajukan RPJMD

Orang nomor satu di Jatim ini bercerita ketika 2009 yang lalu, dirinya melakukan pembahasan dengan DPRD terkait RPJMD Provinsi Jatim. Pada saat pengambilan keputusan, terjadi perdebatan serius yang kemudian memutuskan agro industri dan agro bisnis menjadi fokus dalam pembangunan Jatim. Namun hal ini menurutnya menjadi keputusan penting.
“Saat ini begitu rupiah ada gejolak, dalam proses produksi agro di Jatim justru aman dan tidak terganggu karena bahan bakunya ada di sekitar kita. Selain itu karena RPJMD ini disetujui bersama dan prosesnya dibicarakan dengan baik melalui musyawarah mufakat,” katanya.
Dalam kesempatan ini, Pakde Karwo juga menyampaikan terimakasih kepada pimpinan maupun anggota dewan atas hubungan baik yang terjadi selama ini. Menurutnya, ini menjadi bagian harmoni dalam hubungan antara eksekutif dan legislatif. Sehingga, hasil yang dicapai saat ini merupakan hasil bersama.
“Untuk teman-teman di birokrasi yang bekerja membantu gubernur dan wagub, teruskan teknokrasi, jangan main politik. Yang bisa setengah main politik adalah sekda. Bila ini dilakukan dengan baik, maka kompromi dan harmoni bisa berjalan,” pungkasnya.
Selain menyetujui Raperda tentang APBD Provinsi Jatim Tahun Anggaran 2019, dalam sidang paripurna DPRD Provinsi Jatim juga menyetujui Raperda tentang Bank Jatim Syari’ah dan Raperda tentang Perubahan Kelima atas Perda Provinsi Jatim Nomor 8 Tahun 2013 tentang Penyertaan Modal. (sur/ano)
















