Jombang
Tambal Jalan Berlubang, Tim Reaksi Cepat DPUPR Jombang Gunakan Material Aspal Cold Mix

Memontum Jombang – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Jombang melalui Bidang Bina Marga melakukan pemeliharaan rutin jalan berlubang di wilayah Kabupaten Jombang. Salah satu badan jalan yang dipelihara atau dilakukan perawatan oleh Unit Reaksi Cepat, seperti badan Jalan Sengon – Pattimura, Desa Sengon, Kecamatan Jombang.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang, Bayu Pancoroadi, mengatakan bahwa pekerjaan penutupan lubang jalan yang dilakukan, yaitu menggunakan material aspal cold mix. Dengan model ini, diharapkan jumlah jalan berlubang bisa berkurang dan tidak bertambah lebar.
“Perawatan rutin jalan ini bertujuan untuk menjaga kondisi jalan agar tetap baik dan dapat berfungsi secara optimal. Perawatan rutin jalan sendiri dilakukan secara terus menerus sepanjang tahun, agar kondisi jalan tetap terjada,” katanya, Jumat (28/02/2025) tadi.
Ditambahkannya, pemeliharaan jalan merupakan kegiatan yang berkaitan dengan perawatan dan perbaikan jalan. Tujuannya, untuk mempertahankan kondisi jalan agar berfungsi secara optimal melayani lalu lintas selama umur rencana jalan yang ditetapkan.
Baca juga :
“Kekuatan dan ketahanan jalan tersebut merupakan faktor penting yang menentukan kualitas dan keamanan perjalanan. Salah satu komponen utama dalam pembangunan serta perawatan jalan raya adalah penggunaan aspal cold mix. Ini adalah jenis aspal yang populer karena berbagai keunggulannya, seperti dapat diaplikasikan tanpa perlu pemanasan,” ungkapnya.
Diuraikannya, meskipun cold mix diaplikasikan pada suhu dingin, tetapi mampu memberikan kualitas yang hampir setara dengan aspal panas. Aspal cold mix sendiri dapat memberikan daya tahan dan kekuatan yang baik pada jalan. Sehingga, ini menjadikannya alternatif yang menarik dalam pembangunan dan perawatan jalan.
“Kualitas yang hampir setara antara aspal cold mix dan aspal panas, menunjukan bahwa jalan yang dibangun menggunakan cold mix dapat memiliki umur pakai yang panjang. Sekaligus, mengurangi kebutuhan perbaikan,” paparnya.
Pemakaian aspal cold mix sendiri, ujarnya, memiliki keunggulan dalam proses aplikasi yang relatif lebih sederhana dan murah dibandingkan dengan penggunaan aspal panas. Karena, tidak memerlukan pemanasan tambahan dan proses ini dapat dilakukan dengan lebih cepat dan efisien.
“Sehingga, akan mengurangi biaya dan waktu konstruksi secara signifikan. Selain itu, karena tidak memerlukan peralatan pemanasan yang rumit, proses aplikasi cold mix juga lebih ramah lingkungan,” ujarnya. (azl/sit)
















