Blitar
Terseret Ombak Pantai Laut Selatan, Pemancing Asal Blitar Ditemukan Tak Bernyawa

Memontum Blitar – Pantai laut Selatan di wilayah Kabupaten Blitar, kembali memakan korban. Adalah Mustakim (50), warga Desa Maron, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, yang ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, setelah sebelumnya sempat terseret ombak.
Peristiwa naas itu, berlangsung di Pantai Pasur Desa Bululawang, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar. Korban, teridentifikasi sebagai seorang pemancing.
Kasi Humas Polres Blitar, Iptu Udiyono, mengatakan bahwa kejadian tersebut berawal ketika korban beserta dua rekannya, berangkat ke lokasi Patok Geger Sapi. Tepatnya, sebelah Barat Pantai Pasur Desa Bululawang Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar, Sabtu (07/01/2023) kemarin. Namun, setelah sekitar 10 menit melempar pancing ke laut, Mustakim tiba-tiba berteriak minta tolong.
“Karena kondisi ombak besar dan medan yang sulit, kedua temannya tidak bisa menolong. Dan setelah dilihat, ternyata Mustakim sudah berada di air dan sudah tidak terlihat lagi,” kata Udiyono, Minggu (08/01/2023) tadi.
Baca juga :
- Paripurna DPRD, Bupati Lumajang Pastikan APBD untuk Masyarakat
- Pelatihan Petugas Sensus, Sekda Erik Tegaskan Tanpa Data Akurat Pemerintah Sulit Tentukan Arah Pembangunan
- Temukan Sejumlah Aduan, Ketua DPRD Kota Malang Minta Evaluasi Pelaksanaan MBG
- Perkuat Iklim Investasi dan Percepatan Pembangunan Daerah, Bupati Malang Buka Pelatihan Petugas Sensus
- Evaluasi MBG, Pemkot Malang Usulkan Keterlibatan Sejak Awal Penentuan Lokasi SPPG
Udiyono menambahkan, selanjutnya saksi meninggalkan lokasi dan meminta bantuan warga sekaligus melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bakung. Menindaklanjuti kejadian ini, anggota Polsek Bakung bersama dengan anggota Koramil, BPBD dan warga melakukan pencarian.
“Sekitar jam 14.00 WIB, korban berhasil ditemukan di sebelah Timur dari tempat jatuh yang berjarak sekitar 1 kilometer,” imbuhnya.
Lebih lanjut Udiyono menyampaikan, tubuh Mustakim baru ditemukan beberapa jam kemudian oleh warga sekitar Pantai Pasur. “Saat ditemukan, tubuh Mustakim sudah mengambang dan telah meninggal dunia,” jelasnya.
Atas kejadian tersebut, pihak keluarga ikhlas menerima sebagai musibah dan tidak memhendaki dilakukan otopsi. Kemudian korban diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan. (jar/sit)
















