Surabaya
TKD Jatim Waspadai Gorengan Isu Politik

Mengenai hal itu, pihaknya akan terus bekerja keras dan bersungguh-sungguh merencanakan kegiatan kampanye, agar bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk menyampaikan visi misi Jokowi-Ma’ruf. Machfud mengatakan, pihaknya akan menghindari hal-hal yang tidak penting terkait berita hoax. Ia berargumen bicara yang realistis saja dan tidak mengarang cerita. “Jadi apa yang dikerjakan Pak Jokowi secara nyata. Progam visi-nya akan saya sampaikan,” paparnya.
Ia menampik, pembangunan berlandaskan untuk kepentinga rakyat. Itu memang agenda dari pihak lawan yang tak jauh dari kesenjangan, TKA dan lain-lain. Pembangunan jalan tol juga menyerap tenaga kerja.
“Jalan tol dari ujung ke ujung itu dengan harapan 2019 nyambung itu tenaga kerja berapa yang sudah kita serap?. Banyak sekali yang diplintir-plintir. Kita jelas-jelas tidak gamblang tahu kita harus hijrah dari marah-marah menjadi santun, dari yang suka hoax, kita berikan fakta,” ungkapnya.
Machfud menganggap itu hanya sekedar gorengan-gorengan dari pihak lawan yang ingin meraih dan merebut kekuasaan pemrintahan dan berujung dendam politik. “Yang sedang berjalan semuanya termasuk besok hari Jumat tanggal 16, ada rencana konsolidasi, antara TKD provinsi dan tingkat kabupaten dan kota. Kita juga berharap TKN pusat juga hadir. Kemuduian mengundang pengamat politik Yunanto Wijaya untuk menggambarkan secara umum tentang situasi nasional di dalam Pilpres dan Pileg ini. Tapi khusus di Jatim seperti apa, dan bagaimana kiat-kiat untuk menambah jumlah pemenangan suara,” urainya.
Menurut analisanya, “Jawa timur kalau bisa menjadi pemenangan lumbung jumlah pemenangan suara. Dari jumlah penduduk 40 juta, yang punya hak pilih DPT ada 30 an juta. Jadi sangat signifikan sekali kalau ini bisa menjadi jumlah yng besar. Kalau misalnya di Maluku Utara, Riau itu 1,8 juta aja. Dibandingkan dengan Kabupaten-Kabupaten di Jatim seperti Malang, Banyuwangi, Jember itu hamper rata-rata 2 juta lebih,” urai Machfud. (sur/ano/yan)
















