Kota Malang
Triwulan Ketiga, PAD Kota Malang Kurang Rp 30 Milyar dari Target

Memontum Kota Malang – Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang tahun anggaran 2021 disesuaikan menjadi Rp 108 milyar. Namun Wali Kota Malang, Sutiaji, mengatakan bahwa nominal target tersebut akan dikoreksi.
“Insyaallah akan kita koreksi dan ditambah lagi,” ujar orang nomor satu di Kota Malang tersebut, Kamis (26/08).
Baca Juga:
- Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia
- Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan
- Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil
Namun untuk berapa banyak penambahannya, Sutiaji belum bisa memastikan nominal.
“Nanti akan kita datangkan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang. Saya kumpulkan semua Kabid di Bapenda,” tambahnya.
Sutiaji beserta jajarannya, terutama Bapenda pun telah memiliki strategi dalam mencapai target PAD. Pasalnya, semakin besar nilai PAD suatu daerah akan semakin besar pula anggaran pembangunan. Sehingga dapat membuat masyarakat akan semakin sejahtera.
“Kita list per hari ini berapa pendapatannya untuk triwulan 3. Kemarin saya sudah memerintahkan untuk merinci mana saja yang turun,” jelas pemilik kursi N1 itu.
Beberapa pajak pendapatan dikatakan Sutiaji mengalami pengurangan. Seperti Pajak Hotel dan Pajak Restoran yang terimbas Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.
“Tapi kalau Pajak Reklame, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) saya kira tidak turun karena kewajiban tahunan,” terangnya.
Sedangkan hingga saat ini, pemenuhan PAD tinggal Rp30 milyar dari target. “Sekarang kran perekonomian sedikit demi sedikit sudah mau dibuka lagi. Semoga bisa menggenjot PAD kita, karena per hari ini target kurang Rp 30 milyar untuk triwulan 3,” kata Sutiaji. (mus/ed2)
















