Surabaya

Unair Gelar Konferensi Internasional Kesehatan dan Kedokteran Terkini

Diterbitkan

-

Unair Gelar Konferensi Internasional Kesehatan dan Kedokteran Terkini

Rektor UNAIR Prof Nasih dalam sambutannya menyampaikan bahwa UNAIR berkomitmen menjadi universitas sebagai pusat pengembangan penelitian kesehatan. Terdapat pusat-pusat pengembangan penelitian bidang kesehatan yang dimiliki UNAIR.

Di antaranya, UNAIR memiliki Rumah Sakit Pendidikan Universitas Airlangga, Rumah Sakit Gigi dan Mulut, dan Rumah Sakit Hewan Pendidikan Universitas Airlangga. UNAIR juga memiliki satu pusat penelitian penyakit tropis, yaitu InstitutE of Tropical Desease (ITD).

Prof Nasih turut mengingatkan tentang tantang perkembangan teknologi ke depan semacam tantangan Revolusi Industri 4.0. Tantangan-tantangan itu mesti direspons, terutama yang terkait dengan kesehatan, dengan sharing dan diskusi semacam konferensi itu. Misalnya soal kecerdasan buatan atau artificial intelegence, juga pengembangan nanotechnology. Termasuk big data, new material, 3d printing, dan internet of things.

Kita harus bersiap menghadapi era disrupsi teknologi. Kita harus bersiap dengan solusi yang mengabungkan physical domains, digital, dan biology, ujarnya.

Advertisement

Konferensi itu, lanjut Prof Nasih, diharapkan dapat menelurkan ide-ide serta gagasan-gagasan baru untuk kemanjuan ilmu kesehatan dan kedokteran. Baik untuk memberikan dampak positif bagi keilmuan di Indonesia, maupun untuk perkembangan keilmuan di kancah internasional.

Sementara itu, CEO QS Asia Mandy Mok dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada UNAIR atas penyelengaraan konferensi tersebut. Menurut dia, Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk yang besar.

Karena itu, problematika jumlah penduduk itu menjadi salah satu objek penelitian yang potensial, khusunya terkait dengan kesehatan. Pertemuan ini ditujukan untuk mendiskusikan topik-topik kesehatan untuk memajukan keilmuan kesehatan dunia. Khususnya atas keaktifan para peserta yang hadir dalam kesempatan itu.

Selamat datang kepada peserta. Saat ini kita berada di Kota Surabaya. Sebuah kota terbesar kedua di Indonesia. “Nama Surabaya berasal dari dua kata Sura dan Baya yang berarti hiu dan buaya. Terima kasih atas pertisipasinya,” ujarnya. (ano/yan)

Advertisement

Laman: 1 2 3

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas