Surabaya

Unusa Peringati Hari Down Syndrome Sedunia

Diterbitkan

-

Unusa Peringati Hari Down Syndrome Sedunia

Selain talkshow Unusa juga mengajak Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (POTADS) Surabaya, Lembaga Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus, Yayasan Penyelengga Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus, dan Komunitas Anak Berkebutuhan Khusus menggelar serangkaian Lomba Kreasi Okupasi, unjuk kreativitas penampilan dan unjuk produk hasil karya Anak Berkebutuhan Khusus.

Hari Down Syndrome Internasional merupakan hari istimewa bagi mereka yang menghadapi sindrom down di seluruh dunia. Hari itu diperingati setiap tahun dengan berbagai pelaksanaan aktivitas dan acara bagi meningkatkan kesedaran awam terhadap hak dan kesejahteraan kepada mereka yang mengalami penyakit ini.

Anak yang terkena down syndrome bukanlah sebuah kutukan dalam keluarga. Mereka hanya memiliki kelebihan satu kromosom (47 kromosom). Karena secara normal ada 46 kromosom dalam sel seseorang, yang diwariskan masing-masing 23 dari ayah dan ibu.

Penderita down syndrome biasanya memiliki perkembangan lebih lambat, baik dari segi motorik, sosialisasi maupun kognisi. Penderita down syndrome memang terlambat dalam proses pertumbuhannya dibanding anak normal.

Advertisement

Meski demikian banyak bukti yang menunjukkan bahwa penderita down syndrome bisa berprestasi dan hidup mandiri.

Kelainan yang berdampak pada keterbelakangan pertumbuhan fisik dan mental ini pertama kali dikenal pada tahun 1866 oleh Dr.John Longdon Down. Gejala yang muncul akibat down syndrome dapat bervariasi mulai dari yang tidak tampak sama. (sur/ano/yan)

 

Advertisement

Laman: 1 2

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas