Connect with us

Kabupaten Malang

Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan, Aremania Malang Selatan Kepung Pusat Kota Kepanjen

Diterbitkan

||

Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan, Aremania Malang Selatan Kepung Pusat Kota Kepanjen

Memontum Malang – Ribuan Aremania dan Aremanita Malang Selatan, kembali turun ke jalan di jantung Kota Kepanjen, Kabupaten Malang, untuk menuntut keadilan dan meminta usut tuntas tragedi Kanjuruhan, Minggu (27/11/2022) tadi. Aksi massa dari mulai anak kecil hingga orang dewasa, itu dilakukan dengan memblokade perempatan Ibu Kota Kepanjen.

Walaupun saat itu hujan terus mengguyur lokasi aksi turun jalan, namun ribuan massa tetap lantang dan bersama-sama satu tekad dengan meminta usut tuntas.

Gelombang aksi massa ini, berkumpul sejak siang di Pasar Sumedang di Jalan Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen. Kemudian, massa secara bersama-sama dengan berjalan kaki menuju simpang empat pusat Kota Kepanjen. Kontan, akses utama perkotaan itu, pun menjadi tertutup total.

Selama turun ke jalan, tidak ketinggalan aksi massa juga membawa spanduk, banner dan keranda. Termasuk, menyajikan teatrikal Tragedi Kanjuruhan. Dengan mengenakan dresscode hitam-hitam, mereka menyuarakan aksi usut tuntas tragedi yang menghilangkan 135 nyawa.

Baca juga :

Di simpang empat Kepanjen tersebut, Aremania juga menggelar doa dan tahlil bersama. Kemudian, menyampaikan aspirasi kepada Kapolres Malang, AKBP Putu Kholis Aryana, yang selama aksi turun jalan juga turut hujan-hujan di tengah ribuan Aremania.

“Tuntutan kami pada aksi ini, selain menuntut keadilan atas tragedi Kanjuruhan, juga ditujukan kepada PSSI. Karena sejak kejadian sampai sekarang, tidak ada kelanjutan proses hukum dari PSSI,” terang Aremania Korwil Kepanjen, Teguh Gondrong.

Disampaikan Teguh, aksi solidaritas ini tidak akan berhenti sebelum keadilan ditegakkan. Bahkan, Aremania akan kembali melakukan aksi turun jalan untuk terus menuntut keadilan.

“Mereka ini terpanggil karena hati nurani dan kemanusiaan. Ribuan Aremania dari Malang Selatan berharap keadilan ditegakkan. Kasus tragedi Kanjuruhan, agar terus diusut tuntas,” ungkapnya. (sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *