Kota Malang

Wujudkan Toleransi, Gereja di Sekitar Stadion Gajayana Tunda Ibadah

Diterbitkan

-

TOLERANSI: Salah satu gereja di Kota Malang yang meniadakan sebagian jadwal peribadatan. (memontum.com/rsy)

Memontum Kota Malang – Beberapa gereja yang berada di sekitar Stadion Gajayana Kota Malang, meniadakan sebagian jadwal peribadatan sebagai bentuk toleransi dan dukungan terhadap pelaksanaan Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU), yang digelar pada Sabtu (07/02/2026) hingga Minggu (08/02/2026) besok. Salah satunya, seperti yang dilakukan oleh Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Malang.

Pendeta HKBP Malang, Melva Sitompul, menyampaikan bahwa pihak gereja menutup sementara sebagian besar jadwal ibadah, demi memberikan ruang dan kenyamanan bagi para peserta Mujahadah Kubro. “Biasanya kami ada ibadah Sekolah Minggu, lalu ibadah pukul 07.30, 10.00, 15.00 dan 17.00 WIB. Namun selama kegiatan Harlah NU ini, kami hanya membuka dua kali ibadah, yakni pukul 15.00 dan 17.00 WIB. Tiga ibadah lainnya, kami tutup sementara,” ujar Melva, saat ditemui Sabtu (07/02/2026) tadi.

Tidak hanya meniadakan ibadah, HKBP Malang juga membuka gereja sebagai tempat istirahat bagi jamaah NU. Gereja menyediakan ruang duduk, kamar mandi, hingga konsumsi ringan berupa snack dan air mineral.

“Kami membuka gereja sebagai tempat istirahat sementara bagi saudara-saudara kami dari NU. Kursi kami siapkan sekitar 300, jika kurang kami masih bisa membuka tempat lain yang lebih luas,” katanya.

Advertisement

Gerbang gereja akan dibuka mulai Sabtu sore dan ditutup sementara pada pukul 20.00 WIB, kemudian dibuka kembali Minggu pagi pukul 07.30 WIB. Melva menegaskan, bahwa hal itu dilakukan didasari semangat persaudaraan dan kebangsaan.

Baca juga :

“Kita ini saudara, satu NKRI. Boleh berbeda agama dan suku, tetapi kita hidup bersama. Kami juga pendatang di Kota Malang dan sudah diberi tempat, maka sudah sepatutnya kami juga membantu,” tuturnya.

Hal serupa juga dilakukan oleh Gereja Katolik Roma di bawah Keuskupan Malang. Uskup Keuskupan Malang, Mgr Henricus Pidyarto Gunawan, mengatakan sejumlah gereja Katolik di sekitar Stadion Gajayana turut meniadakan sebagian ibadah.

“Kami meniadakan dua kali ibadah Sabtu sore dan dua kali ibadah Minggu pagi. Ibadah hanya dilaksanakan Minggu sore pukul 16.30 dan 18.30 WIB atau menyesuaikan kondisi,” ucap Mgr Henricus.

Advertisement

Dirinya menyadari konsekuensi dari pengurangan jadwal ibadah tersebut, namun menilai hal itu sebagai bagian dari komitmen toleransi antar umat beragama di Kota Malang. “Ini event besar. Kami memahami dan dengan senang hati bekerja sama. Kerukunan umat beragama di Kota Malang selama ini terjaga dengan baik, dan ini salah satu wujudnya,” katanya.

Selain meniadakan ibadah, gereja-gereja Katolik juga menyiapkan dukungan logistik seperti air mineral, snack, toilet, tempat istirahat, hingga videotron. Petugas gereja pun disiagakan untuk membantu kebutuhan peserta Mujahadah Kubro.

“Kami memberikan apa yang kami punya. Ini bentuk partisipasi dan toleransi kami kepada warga NU yang merayakan 1 abad berdirinya NU. Kami ikut bergembira dan berharap seluruh rangkaian acara berjalan lancar,” imbuh Mgr Henricus. (rsy/sit)

Advertisement

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas