Pendidikan
42 Sekolah di Kota Malang Raih Adiwiyata Tingkat Kota dan Provinsi

Memontum Kota Malang – Sebanyak 42 sekolah meraih Predikat Adiwiyata Provinsi dan Adiwiyata Kota Tahun 2020. Penyerahan sertifikat, dilakukan secara langsung oleh Wali Kota Malang, Sutiaji, serta Pjs Sekretaris Daerah, Hadi Santoso dan disaksikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Malang, Suwarjana dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Wahyu Setianto, di ruang Sidang Balai Kota Malang, Rabu (05/05) tadi.
Wali Kota Sutiaji, dalam kesempatan itu mengatakan, bahwa isu lingkungan hidup menjadi perhatian dunia yang salah satunya dikarenakan perilaku manusia terhadap lingkungan. “Sehingga, dari waktu ke waktu kondisi lingkungan semakin memprihatinkan. Oleh karena itu, perlu adanya sebuah program kerja nyata, yang terstruktur serta berkesinambungan untuk menumbuh kembangkan kepedulian lingkungan,” jelasnya.
Baca juga:
- Paripurna DPRD, Bupati Lumajang Pastikan APBD untuk Masyarakat
- Pelatihan Petugas Sensus, Sekda Erik Tegaskan Tanpa Data Akurat Pemerintah Sulit Tentukan Arah Pembangunan
- Temukan Sejumlah Aduan, Ketua DPRD Kota Malang Minta Evaluasi Pelaksanaan MBG
- Perkuat Iklim Investasi dan Percepatan Pembangunan Daerah, Bupati Malang Buka Pelatihan Petugas Sensus
- Evaluasi MBG, Pemkot Malang Usulkan Keterlibatan Sejak Awal Penentuan Lokasi SPPG
Menurut orang nomor satu di Kota Malang itu, salah satu upaya memperhatikan lingkungan yaitu melalui Adiwiyata ataupun Green School. Di mana diharapkan mampu membentuk, mendidik dan mewujudkan generasi yang sadar serta peduli terhadap perlindungan maupun pengelolaan lingkungan.
”Budaya peduli lingkungan yang ditumbuh kembangkan melalui program kerja nyata pada satuan pendidikan akan membawa manfaat pada saat ini, dan utamanya dimasa mendatang. Dengan membentuk serta mewujudkan karakter generasi penerus yang sadar lingkungan maka terciptalah lingkungan sekolah yang aman, sehat, nyaman serta bersih,” paparnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Wahyu Setianto, dalam keterangannya mengatakan bahwa 17 sekolah menerima Adiwiyata Tingkat Provinsi dan 25 sekolah menerima Adiwiyata Tingkat Kota. “Jadi, sekolah yang dapat Adiwiyata baik di tingkat kota maupun provinsi ini campur. Mulai SD, MI, MIN SMP, MAN, SMA, maupun SMK,” jelasnya.
Ditambahkan pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) itu, ada beberapa kriteria yang bisa membawa sekolah beradiwiyata. “Salah satunya dengan menciptakan suasana hijau, sejuk, nyaman, dan rimbun. Bahkan ada beberap sekolah yang punya hutan kota kecil-kecilan di dalam sekolah,” ucapnya.
Tidak berhenti sampai di sini, Wahyu mengatakan, ke depan akan terus mendorong supaya lebih banyak sekolah yang memperoleh predikat Adiwiyata. Pasalnya, Kota Malang termasuk salah satu yang terbaik dalam Adiwiyata Tingkat Nasional.
“Sehingga, kami dengan teman-teman DLH itu siap setiap saat mendampingi sekolah-sekolah. Selain itu kita juga ada sosialisasi, selalu mengingatkan, dan alhamdulillah respon sekolah luar biasa,” serunya.
Wahyu berharap, ke depan semua sekolah di Kota Malang, sudah bisa Adiwiyata. “Karena ini kompetisi, pasti ada yang kalah dan ada yang menang. Nah yang belum maksimal, tetap kita push terus, sehingga bisa menyaingi teman-teman sekolah yang sudah dapat penghargaan,” terang Wahyu. (mus/sit)
















