Hukum & Kriminal

Pelaku Gendam “Singapura” Dibekuk, Libatkan Istri, Mudah Cemburuan

Diterbitkan

-

Kapolreta Malang Kota AKBP Dr Leonardus saat meminta keterangan kepada Agus dan istrinya. (gie)
Kapolreta Malang Kota AKBP Dr Leonardus saat meminta keterangan kepada Agus dan istrinya. (gie)

Memontum, Kota Malang – Komplotan pelaku gendam, Agus Sutopo (45) Kampung Bali, Jl Kalisari , Kelurahan Wates Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang, cukup hanya mengandalkan komunikasi yang baik supaya para korbannya terbujuk rayu hingga mau menyerahkan uang.

Agus Cs berjumlah 4 orang yang masing-masing memiliki peran dalam setiap aksinya. Seperti halnya seorang aktor, masing-masing pelaku dituntut serba bisa. Seperti Agus, saat dirilis pada Selasa (17/12/2019) siang di Polresta Malang Kota, dia terlihat pandai bermain kata.

“Hasilnya buat heli barang-barang, saya sumbangkan ke fakir miskin, tempat ibadah. Saya sudah bosan hidup karena uang seperti ini tidak barokah. Saya punya 6 anak , 3 anak kandung dan 3 anak angkat. Anak saya sudah kuliah,” ujar Agus tanpa beban.

Agus menceritakan aksi penipuan yang dilakukannya, sudah berjalan 10 tahun.

Advertisement

“Awalnya saya kerja di proyek. Namun sejak 10 tahun ini saya bersama teman-teman Jakarta mulai melakukan penipuan di Jakarta, Kalimantan dan Jawa Timur. Uang hasil kejahatan kita bagi berempat,” ujar Agus.

Untuk uang asing mereka biasanya membeli di Pasar Senin Jakarta. ” Uang asing Brazil, Rusia dan Turki, banyak dijual di Pasar Senin. Untuk 1 bendel dijual Rp 2 juta. Uang itu dijual murah karena sudah kadaluarsa, tidak.laku karena berlakunya sudah habis,” ujar Agus.

Saat ditanya kenapa sampai melibatkan istrinya, Agus mengaku mengajak istrinya karena suka cemburu. ” Saya dulu punya pacar cantik, makanya istri saya cemburu. Dari pada serung cemburu, dia kami ajak juga,” ujar Agus.

Hal itu dibenarkan Aldila (36) istrinya bahwa dia kerap cemburu hingga ikut bergabung dengan komplotan ini. “Saya suka cemburu, oleh karena itu saya ikut juga bergabung,” ujar Aldela.

Advertisement

Komplotan ini sangatlah licin. Terbukti sudah beraksi sejak 10 tahun lalu, namun baru kali ini berhasil ditangkap polisi.

Kapolresta Malang Kota AKBP Dr Leonardus Harapantua Simarmata Permata S Sos SIK MH mengatakan bahwa masing- masjng pelaku mempunyai peran untuk memlengaruhi korbannya.

“Kami imbau kepada masyarakat yang sudah menjadi korban dari komplotan ini bisa datang ke Polresta Malang Kota,” ujar AKBP Leonardus.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, jaringan gendam antar Kota di Indonesia berhasil dibekuk petugas Resmob Polres Malang Kota, Minggu (15/12/2019) diang. Ternyata 2 pelaku yang berhasil ditangkap adalah pasangan suami istri Agus Sutopo (45) dan Aldila Apriliana Nurita (37) keduanya warga Kampung Bali, Jl Kalisari , Kelurahan Wates Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang.

Advertisement

Keduanya adalah sindikat pelaku gendam yang mengaku sebagai warga Singapura. Agus bertugas sebagai driver mobil, Aldila bertugas sebagai combe/ merayu korban agar percaya dengan para tersangka.

Dua DPO yakni An, bertugas sebagai pegawai Bank dan Tt alias Mister warga Jakarta, berperan sebagai orang asing dari Singapura yang hendak menyumbang ke Panti atau yayasan sosial.

BACA : Pelaku Gendam “Singapura” Dibekuk, Pasutri “Bosan Hidup”, Beraksi 10 Tahunan

Informasi Memontum.com, bahwa komplotan ini seringkali melakukan aksi gendam dikawasan Jakarta, Kalimantan dan juga di Jawa Timur sejak 10 tahun lalu.

Advertisement

Untuk di Kota Malang sendiri, sudah 3 kali dilakukan dan hasilnya ratusan juta rupiah dalam sekali gendam. Untuk di Kota Malang sendiri ada 3 LP yang sudah masuk laporannya yakni pada 16 Oktober 2018, 25 September 2019 dan 1 November 2019. (gie/oso)

 

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas