Kabar Desa
Jelang Ramadhan, Penjual Bunga Laris Manis

Memontum Probolinggo – Ramainya para peziarah menjelang bulan suci Ramadhan menjadi momen tersendiri bagi penjual bunga. Seperti yang dialami Fiki (45), salah seorang penjual bunga, mengaku memang penjualannya meningkat 3-5 kali lipat dari hari biasa.
“Jika hari biasa hanya mendapat uang Rp50 ribu, beberapa hari menjelang puasa, penghasilan bisa mencapai Rp 250 – Rp 300 ribu,” katanya, Senin (12/4).
Baca juga:
- Paripurna DPRD, Bupati Lumajang Pastikan APBD untuk Masyarakat
- Pelatihan Petugas Sensus, Sekda Erik Tegaskan Tanpa Data Akurat Pemerintah Sulit Tentukan Arah Pembangunan
- Temukan Sejumlah Aduan, Ketua DPRD Kota Malang Minta Evaluasi Pelaksanaan MBG
- Perkuat Iklim Investasi dan Percepatan Pembangunan Daerah, Bupati Malang Buka Pelatihan Petugas Sensus
- Evaluasi MBG, Pemkot Malang Usulkan Keterlibatan Sejak Awal Penentuan Lokasi SPPG
Tidak seperti biasanya, Fiki, yang memiliki lapak bunga di kawasan Jalan Pahlawan depan Pasar Niaga, sore itu memang sengaja meminta bantuan beberapa putrinya dalam melayani pembeli.
“Kalau sendirian tidak mampu. Harus ada yang membantu karena pembeli biasanya datangnya bersamaan,” ungkap bapak tiga anak ini.
Bunga berbagai jenis dan berwarna-warni biasa digunakan peziarah untuk ditaburkan di makam sanak saudara sambil memanjatkan doa.
Selain dilakukan menjelang Ramadhan, tradisi tersebut juga biasa dilakukan masyarakat tepat pada hari raya Idul Fitri. Bahkan, pembeli sempat membuat jalan utama itu sedikit macet. (geo/ed2)
















