Bondowoso
LPPNU Jalin Kerja Sama Bidang Daging dengan Unej Bondowoso

Memontum Bondowoso – Lembaga Pengembangan Pertanian NU (LPPNU) melakukan kerja sama di bidang daging dengan Unej Bondowoso. Diharapkan, dengan kerja sama yang dilakukan itu, akan kian mendongkrak pemerintah daerah sebagai kabupaten penghasil daging.
Ketua LPPNU Bondowoso, Rusdi Hasan, mengatakan bahwa hampir seluruh warga Bondowoso, merupakan anggota NU. Sehingga, jika kerja sama ini sukses, maka akan sangat membantu kesuksesan program pemerintah.
“Fokus kerja samanya nanti dalam bidang peternakan. Apalagi, Bondowoso merupakan penghasil daging nomor empat terbesar di Jawa Timur,” jelasnya, Jumat (22/01/2022).
Pengurus LPPNU, drh Cendy, yang juga Kabid Peternakan di Dinas Peternakan dan Perikanan, mengatakan bahwa banyak program yang bisa dikerjasamakan antara LPPNU dengan Unej Bondowoso. Secara tehnis, semua masih akan dibicarakan lebih lanjut.
Baca juga :
- Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia
- Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat
- Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan
- Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan
- Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil
“Di Bondowoso belum ada Rumah Potong Hewan (RPH) Halal. Kalau RPH umum, Bondowoso sudah mempunyai empat unit,” ujarnya.
Jika disepakati, ujarnya, pihaknya akan menggagas kerja sama pembentukan RPH halal yang sesuai dengan rencana NU ke depan. Sebab, kehalalan daging hewan sangat penting. Oleh karena itu, pihaknya sangat berharap pembentukan RPH halal segera terlaksana di Bondowoso.
Ditempat yang sama, pengelola Unej Bondowoso, Dr. H. Mohammad Fathorrasi, menyambut baik kerja sama tersebut. “Saya menyambut baik kerja sama ini. Karena sangat menguntungkan. Baik bagi Unej Bondowoso, LPPNU maupun masyarakat Bondowoso. Apalagi, kami juga akan merencanakan pembentukan Kampung NU yang akan ditempatkan di Kampung Zakat,” ujar Fathorrasi. (zen/gie)
















