Bondowoso
Hindari Zoonosis, Disnakkan Bondowoso Lakukan Pemeriksaan Rutin

Memontum Bondowoso – Hewan ternak bisa menularkan penyakit pada manusia yang disebut zoonosis. Oleh karena itu, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bondowoso, secara rutin kerap melakukan pemeriksaan.
Medik Veteriner pada Seksi Kesehatan Hewan Disnakkan Bondowoso, drh M Saiful, mengatakan bahwa hewan yang diperiksa adalah milik penghobi, peternak dan pedagang unggas. “Kami melakukan pemeriksaan rutin hingga tingkat desa. Alhamdulillah, sampai saat ini, belum ditemukan hewan yang bergejala flu burung,” kata Saiful-sapaannya, Minggu (13/02/2022).
Di Pasar Hewan Unggas, lanjutnya, tidak ditemukan flu burung. Maka, pemeriksaan dilanjutkan pada hewan milik peternak dan pedagang. Lalu, Ayam kampung dan Sapi, yang rentan terserang flu burung.
Baca juga :
- Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia
- Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat
- Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan
- Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan
- Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil
Ditambahkannya, yang menjadi prioritas pemantauan dan pemeriksaan, adalah hewan yang diperoleh dari luar Bondowoso. Karena mobilitasnya tinggi, maka hewan rentan terserang flu burung.
Saiful juga menghimbau pada masyarakat, agar juga mewaspadai penyebaran penyakit zoonis dari hewan lain. Yaitu penularan skabies dari kucing, anjing, domba dan sapi.
“Rabies jangan dianggap enteng. Disnakkan terus melakukan vaksinasi pada anjing. Oleh karena itu, anjing yang didatangkan dari luar kota sebaiknya memiliki kartu ternak,” sarannya.
Tapi sayang, kata Saiful, peternak Bondowoso mayoritas tidak memiliki Kartu Ternak. Tapi, ternak dari luar kota, biasanya dibekali Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). (zen/sit)
















