Kota Malang
Sikapi Kenaikan Harga Sejumlah Bahan Pokok, Diskoperindag Malang sebut Dipicu Masalah Internasional

Memontum Kota Malang – Menanggapi beberapa kebutuhan bahan pokok yang mulai mengalami kenaikan harga, mendapat respon Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Malang, M Sailendra. Disampaikannya, bahwa kenaikan harga tersebut dipicu dari masalah internasional.
“Kementerian perdagangan sudah memberikan informasi kepada daerah, bahwa kenaikan harga ini lebih dipicu dari masalah internasional,” ujar Sailendra, Rabu (02/03/2022).
Akibat hal tersebut, dirinya menyampaikan, ketika mendistribusikan kepada konsumen, kalau bisa tidak terjadi keterlambatan. “Harga itu kan demand ya. Jadi, ketersediaan barang ini harus selalu kita jaga,” tuturnya.
Baca juga:
- Polemik Perizinan Aston, DPRD Kota Malang Sebut Keputusan Final Dijadwalkan Pekan Depan
- Bupati Banyuwangi Pantau Progres Pembangunan Gedung Sekolah Rakyat
- Temukan Batu Batolit yang Diduga Watu Dakon, Disparbud Kabupaten Malang Sebut Perlu Kajian
- Pelantikan 8 JPTP Kota Malang Tunggu Keputusan Wali Kota, BKPSDM Sebut Nama Sudah Masuk Boks Talenta
- Perkuat Lumbung Pangan Jatim, Sektor Pertanian Kabupaten Jember Semakin Produktif
Selain itu, disebutkan jika di Kota Malang sendiri, tidak ada penimbunan yang terjadi seperti di beberapa daerah lainnya. Memang barang yang disediakan terbatas dan bertahap untuk dijualkan. Hal ini dilakukan, untuk menghadapi panic buying.
Disisi lain, tambahnya, untuk saat ini harga minyak goreng dikatakan sudah mereda. Karena, sudah ada subsidi dari pemerintah. Selain itu, pihak Diskoperindag juga sudah melakukan operasi pasar di berbagai tempat tempo lalu. Namun, untuk harga kedelai masih belum bisa dipastikan kapan harga bisa turun.
“Untuk harga minyak goreng, sekarang sudah mereda. Tetapi untuk kedelai, ini kan 90 persennya masih import. Jadi, ini masih mengusulkan ke kementerian perdagangan,” terangnya. (cw2/sit)
















