Kota Malang
Wacana Penundaan Pemilu, Ketum PBNU Tegaskan Keputusan Harus Realistis dan Logis

Memontum Malang – Wacana penundaan Pemilu 2024, sedang marak diberbincangkan. Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, menjelaskan bahwa saat ini wacana tersebut sedang diperbincangkan.
“Silahkan saja sekarang ini sedang dibicarakan di kalangan yang berwenang. Kita tunggu saja. Kalau kita diajak bicara, ya kami akan sajikan pemikiran berdasarkan assessment keadaan,” kata KH Yahya Cholil Staquf seusai menghadiri Puncak Harlah ke-49 Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Kota Malang, Minggu (27/03/2022) tadi.
Baca juga:
- Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia
- Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat
- Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan
- Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan
- Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil
Dirinya juga menjelaskan, keputusan penundaan atau tetap sesuai rencana itu nantinya harus beralasan secara realistis dan logis akan keadaan Indonesia saat ini. “Semuanya itu harus realistis dan logis tentunya. Kita tunggu saja,” jelas singkat Gus Yahya.
Saat dikonfirmasi realistis dan logis itu seperti apa, Mantan juru bicara (Jubir) Kepresidenan era Gus Dur tersebut enggan memberikan jawaban. “Ya kita harus diskusi lebih dalam terkait hal ini. Tidak bisa kita terburu-buru serta spekulasi berlebih,” ujar Gus Yahya. (cw1/gie)
















