Kota Malang

Kota Malang Alami Deflasi 0,10 Persen di Januari 2026

Diterbitkan

-

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang, Indra Kuspriyadi. (ist)

Memontum Kota Malang – Inflasi Januari 2026 di Kota Malang mengalami deflasi sebesar 0,10 persen month to month (mtm). Angka tersebut, tercatat lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencatat inflasi 0,56 persen (mtm).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang, Indra Kuspriyadi, menyampaikan bahwa hal itu berdasarkan dari rilis Badan Pusat Statistik (BPS). Meski terjadi deflasi bulanan, inflasi tahunan Kota Malang masih tercatat sebesar 3,33 persen year on year (yoy).

“Inflasi tahunan Kota Malang berada sedikit di atas inflasi Jawa Timur yang sebesar 3,29 persen (yoy), namun masih lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 3,55 persen (yoy),” ujar Indra, Kamis (05/02/2026) tadi.

Deflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Januari 2026 terutama didorong oleh penurunan harga kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau dengan andil deflasi sebesar 0,34 persen (mtm). Sejumlah komoditas pangan menjadi penahan utama laju harga, antara lain cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, telur ayam ras, dan bawang merah.

Advertisement

“Masing-masing komoditas tersebut memberikan andil deflasi sebesar -0,07 persen, -0,07 persen, -0,07 persen, -0,06 persen dan -0,05 persen (mtm),” tambahnya.

Menurut Indra, penurunan harga daging dan telur ayam ras dipengaruhi oleh lancarnya pasokan serta berkurangnya permintaan pasca momen Natal dan Tahun Baru. Sementara itu, turunnya harga komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang merah seiring dengan terjaganya pasokan di tengah musim panen raya di sentra produksi.

Baca juga :

Namun, deflasi yang lebih dalam tertahan oleh sejumlah komoditas yang masih mencatatkan inflasi. Di antaranya emas perhiasan dengan andil inflasi sebesar 0,22 persen (mtm), diikuti jeruk (0,03 persen), kontrak rumah (0,02 persen), bawang putih (0,02 persen), serta apel (0,01 persen).

“Kenaikan harga emas perhiasan sejalan dengan tren kenaikan harga emas dunia. Sementara kenaikan tarif kontrak rumah dipicu oleh pemberlakuan tarif baru oleh pemilik rumah di awal tahun,” jelasnya.

Advertisement

Adapun kenaikan harga jeruk dan apel dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan. Sementara itu, tekanan harga bawang putih terjadi karena belum terealisasinya impor bawang putih pada Januari, di mana sekitar 90–95 persen kebutuhan nasional masih bergantung pada impor.

Meski begitu, Indra menegaskan bahwa tekanan inflasi Kota Malang masih terkendali dan berada dalam rentang sasaran. Hal ini tidak lepas dari koordinasi solid Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melalui sinergi lintas sektor.

“Sejumlah langkah pengendalian inflasi yang telah dilakukan TPID antara lain capacity building TPID pada 29–30 Januari 2026 bersama Bank Indonesia Jawa Timur, pemantauan harga bahan pangan pokok, serta keikutsertaan dalam rapat koordinasi TPID mingguan bersama Kementerian Dalam Negeri,” tuturnya.

Lebih lanjut, untuk menghadapi potensi tekanan inflasi pada periode Imlek dan Ramadhan, TPID Kota Malang akan meningkatkan intensitas pemantauan harga dan siap menggelar operasi pasar untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

Advertisement

“Sinergi kebijakan antara pemerintah pusat, daerah, dan Bank Indonesia akan terus diperkuat melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) serta penguatan program 4K, agar inflasi tetap terjaga pada sasaran 2,5 ± 1 persen (yoy),” imbuh Indra. (rsy/sit)

Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas