Kota Malang

Alun-Alun Merdeka Jadi Magnet Wisata Lebaran, Disporapar Catat Kunjungan Wisatawan Meningkat

Diterbitkan

-

Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi. (ist)

Memontum Kota Malang – Alun-Alun Merdeka Kota Malang kembali menjadi pusat keramaian wisata selama libur Lebaran 2026. Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, mencatat adanya peningkatan kunjungan wisatawan yang berdampak langsung pada ramainya destinasi wisata serta naiknya okupansi perhotelan.

Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, mengatakan pergerakan wisatawan menuju Kota Malang selama momen Lebaran terlihat cukup signifikan berdasarkan pemantauan di lapangan. Meski begitu, data pasti jumlah kunjungan wisatawan masih dalam proses rekapitulasi dan akan diumumkan pada awal April 2026.

“Kita lihat nanti angka pastinya di bulan April. Yang jelas, ada peningkatan kunjungan dan terlihat keramaian di beberapa titik destinasi wisata,” kata Baihaqi, Selasa (31/03/2026) tadi.

Menurutnya, Alun-Alun Merdeka menjadi salah satu lokasi yang paling dipadati pengunjung selama libur Lebaran. Ruang terbuka publik di pusat Kota Malang tersebut kembali menjadi magnet wisata keluarga, baik warga lokal maupun wisatawan luar daerah.

Advertisement

Baca juga :

“Alun-Alun Merdeka kembali menjadi magnet wisata keluarga. Hampir setiap hari terlihat ramai pengunjung yang datang untuk berwisata dan berkumpul bersama keluarga,” jelasnya.

Selain Alun-Alun Merdeka, sejumlah destinasi wisata tematik dan kawasan heritage juga mengalami lonjakan kunjungan, di antaranya Hawai Waterpark serta kawasan Kayutangan Heritage yang tetap menjadi tujuan favorit wisatawan.

Lebih lanjut, lonjakan wisatawan tersebut turut berdampak pada sektor perhotelan. Berdasarkan laporan Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), tingkat okupansi hotel di Kota Malang selama libur Lebaran mengalami peningkatan signifikan. Kondisi itu dinilai memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah, terutama pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Okupansi penginapan meningkat. Ini tentu berdampak pada realisasi PAD Kota Malang, khususnya dari pajak hotel dan restoran,” imbuh Baihaqi. (rsy/sit)

Advertisement
Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas