Kota Malang
Pedagang Pulsa Demo di Depan Balai Kota Malang

Memontum Kota Malang — Ratusan orang pengusaha konter atau pedagang pulsa dan kartu perdana se Malang Raya menggelar unjuk rasa di halaman Balai Kota Malang. Aksi damai dari kalangan pengusaha pulsa ini menolak pembatasan 1 Nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk 3 kartu sim card.
Juru bicara unjuk rasa Firman Khusnul Arief menyatakan, di Kota Malang terdapat 2800 outlet atau konter pulsa. Semenjak pemerintah membatasi penggunaan 1 NIK untuk 3 sim card sangat merugikan pengusaha outlet pulsa.

“Tidak semua masyarakat tinggal di kota. Kalau ingin membeli kartu perdana harus ke kota. Jelas hal itu tidak manusiawi. Kami mendukung registrasi sim card menggunakan NIK. Tapi jangan batasi 1 NIK hanya untuk 3 sim card,” jelas Firman.
Menurut dia, sejak awal Maret pendapatan pengusaha outlet pulsa turun 70 persen. Sebab outlet tidak bisa menjual kartu perdana lagi. Padahal setiap outlet rata rata ada 25 sim card baru. Harga setiap simcard rata rata Rp 35 ribu.
“Tinggal mengkalikan saja 25 kartu sim card x Rp 35.000x 2800 out let. Itu untuk wilayah Malang Raya. Kalau seluruh Indonesia perkiraan kita total kerugian yang dialami pemilik outlet karena tidak bisa menjual sim card baru mencapai Rp 1/2 triliun,” sebut dia.

Ucapan senada diutarakan Yayan Pradana. Pemilik outlet di kawasan Kebon Agung. Di Malang Raya diperkirakan ada 8000 orang yang menggantungkan hidupnya dari usaha penjualan pulsa dan kartu perdana.
“Tuntutan kami sederhana. Cabut keputusan pembatasan 1 NIK untuk 3 simcard. Keputusan itu merugikab kami. Kalau kami tidak berjualan kartu perdana. Maka distributornya akan bangkrut juga,” sebut Yayan.
Untuk kartu perdana yang terlanjur dibeli dari provider tidak bisa dikembalikan lagi. “Kita tetap berjuang agar keputusan pemerintah soal pembatasan aktivasi kartu perdana dibatalkan,” tandasnya. Aksi damai di halaman Balai Kota Malang itu berjalan tertib dan aman. Aksinya diwarnai dengan membakar bungkus kartu perdana yang tidak terjual. (man/nay)
















