Blitar
Walikota Blitar Buka Bazar Blitar Djadoel 2018

Memontum Blitar – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Blitar ke 112, Pemerintah Kota Blitar kembali menggelar Bazar Blitar Djadoel 2018 di Alun-alun Kota Blitar. Bazar yang menampilkan suasana jaman dulu ini, dibuka Wali Kota Blitar, Samanhudi Anwar, Rabu (04/04/2018) sekitar pukul 16.00.
Bazar Blitar Djadoel yang sudah memasuki tahun kedelapan ini, memang tidak seperti bazar pada umumnya. Bazar Djadoel ini dikemas dengan nuansa jaman dulu (jadul). Mulai dari stand bazar, pakaian yang digunakan pengunjung dan pemilik stand, hingga berbagai berbagai makanan dan barang-barang jaman dulu.
Bahkan Wali Kota Blitar Mohamad Samanhudi Anwarpun saat membuka langsung Bazar Blitar Djadoel ini, juga menggunakan pakaian adat khas Madura bercorak merah putih, lengkap dengan ikat kepala khas pulau garam. Sedangkan wakil Walikota Blitar Santoso mengenakan pakaian jadul khas Jawa.
Samanhudi Anwar mengatakan, Bazar Blitar Djadoel menjadi agenda rutin dalam setiap rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Blitar. Tujuan digelarnya Bazar Blitar Djadoel ini, selain untuk memperkenalkan dan mempromosikan pariwisata serta potensi Kota Blitar, juga untuk mengingatkan kembali warga Kota Blitar akan sejarahnya. Semua yang ditampilkan di stand-stand bernuansa tradisional. Seperti makanan dan minuman tradisional dan kerajinan tradisional.
“Tujuannya adalah mengingatkan kembali warga Blitar pada jati dirinya. Atau yang sering kita dengar dengan pepatah ,wong jowo ojo lali jowone, wong Blitar ojo lali Blitare. Jangan sekali-sekali kita meninggalkan sejarah”, kata Samanhudi Anwar, usai membuka Bazar Blitar Djadoel, Rabu (04/04/2018) sore.
Lebih lanjut Samanhudi Anwar menjelaskan, nuansa jadul memang menjadi ikon dalam setiap peringatan Hari Jadi Kota Blitar. Hal itu adalah sebagai bentuk kebanggaan terhadap budaya asli Indonesia. Sekaligus meneruskan salah satu ajaran Tri Sakti Bung Karno yaitu berkepribadian dalam kebudayaan.
“Sebagai rasa syukur usia Kota Blitar yang sudah mencapai 112 tahun, kita tidak boleh lupa dengan jati diri kita sebagai bangsa Indonesia”, tandas Wali Kota Blitar.
Bazar yang digelar selama 5 hari mulai 4 April hingga 8 April 2018 ini, diikuti 150 stand yang terdiri dari seluruh OPD se Kota Blitar, organisasi wanita, kepemudaan dan kemasyarakatan, IKM (perajin) se Kota Blitar, pedagang kaki lima, dan Koperasi se Jawa Timur.
Sedangkan produk-produk yang dipamerkan diantaranya, hasil pembangunan Kota Blitar, kerajinan dari kayu, besi, logam dan batu, produk kuliner tradisionil khas Kota Blitar, dan produk batik khas Kota Blitar.
Nantinya 3 stan terbaik akan dinilai oleh juri independen dan bagi pemenangnya akan mendapatkan hadiah berupa piala, piagam dan kambing. (fzi/hms)
















