Banyuwangi
Nasib Makin Gak Jelas, Guru Honorer K2 Mogok Ngajar Hingga 5 Hari

Memontum Banyuwangi – Tuntut diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) ratusan guru tenaga honorer K2 se- Kecamatan Rogojampi, gelar aksi mogok ngajar, bertempat di kantor UPTD Rogojampi, Selasa (18/9/2018)
Mereka menggelar doa bersama, meminta kepada pemerintah agar memperjuangkan nasib guru honorer yang sudah mengabdi puluhan tahun, dan mencerdaskan anak bangsa untuk diangkat menjadi PNS.
Rencananya, aksi mogok mengajar ini akan dilaksanakan selama 5 (lima) hari, hingga perjuangan ini diperhatikan oleh pemerintah.
Dikatakan koordinator guru honorer K2 Kecamatan Rogojampi, Agus Triyono rata-rata guru honorer ini sudah mengabdi puluhan tahun, namun kejelasan pengangkatan menjadi PNS tidak ada kejelasannya.
Disamping itu, Kata Agus yang menjadi persoalan adalah adanya batasan umur dalam pengangkatan PNS.
“Usia guru honorer yang melebihi usia 35 sangat banyak sekali, dan mereka sudah mengabdikan diri sudah puluhan tahun,”ujar Koordinator guru honorer Kecamatan Rogojampi. Aksi mogok mengajar ini dilakukan agar pemerintah memperhatikan nasib guru honorer ini.
“Hapus batasan usia tersebut,”tegas Agus Triyono. Dengan menggelar doa bersama, lanjut Agus Triyono para guru honorer ini meminta doa dan tuhan bisa mengabulkan permohonannya.
“Semoga doa para guru honorer ini didengar oleh penguasa, dan hajatnya dikabulkan,”ujarnya.
Agus Triyono mengungkapkan, nasib guru honorer ini semakin hari semakin tidak jelas. Pasalnya tidak ada payung hukum yang jelas sebagai pegangannya. Dia mencontohkan, dua guru yang sudah mengabdi belasan tahun, akibat tidak ada payung hukum yang mampu mengayomi para guru honorer ini, nasibnya semakin tidak karuan.
“Pak Asmari itu sudah mengabdi 35 tahun, dan pak Sudi Pangaraian sudah mengabdi 16 tahun, mereka itu butuh kesejahteraan, apalagi saat ini untuk mendapatkan sertifikasi juga sulit, karena tidak ada payung hukum yang mengayomi guru honorer ini, ini sebagai bentuk ketidakadilan dari pemerintah,”katanya.
Koordinator guru honorer K2 menegaskan, dirinya bersama ratusan guru akan menggelar aksi mogok kerja selama 5 hari. Dan aksi mogok mengajar ini dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia.
“Aksi mogok mengajar inidilakukan secara serentak di seluruh Indonesia. Kami akan melakukan aksi mulai pagi hari hingga pukul 12.00 siang. Dan selanjutnya kami menunggu kabar dari pusat,”tandasnya. (ras/yan)
















