Gresik

Aktivis Sosial dan FPG DPRD Gresik Kritisi Pelesir Bupati dan Ratusan PNS ke Malaysia Pemborosan, Tidak Pro Rakyat

Diterbitkan

-

Aktivis Sosial dan FPG DPRD Gresik Kritisi Pelesir Bupati dan Ratusan PNS ke Malaysia Pemborosan, Tidak Pro Rakyat

Memontum Gresik — Setelah beberapa anggota DPRD Gresik menyoroti lawatan Bupati dan Wabup Gresik Sambari Halim Radianto ke Malaysia bersama 119 rombongan, mulai pejabat eselon II,III, IV, staf (PNS) dan pejabat BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) di lingkup Pemkab Gresik, terus menjadi bulan-bulanan kritik dari masyarakat dan kini salah aktivis sosial Umi Khulsum angkat bicara.

Mereka menilai langkah pejabat Pemkab Gresik ini tidak elok disaat kondisi masyarakat dihadapkan dengan ekonomi susah. Apalagi banyak masyarakat membutuhkan uluran tangan pemerintah terkait sakit yang dideritanya.

Selain itu pihaknya juga menilai kepergian 120 rombongan Bupati ke Malaysia merupakan pentuk pemborosan anggaran.” Ini pemborosan, terlepas menggunakan uang pribadi atau APBD. Kan masih banyak masyarakat yang membutuhkan uluran tangan pejabat khusunya mereka yang hidupnya pas pasan.

Dan menurut data kami diantaranya Mohamad Atan warga Driyorejo yang menyandang penyakit microsipaly itu juga dari kalangan warga miskin yang penuh berharap bantuan dari pemerintah Gresik, tapi mana buktinya selama ini,” ujar Umi Khulsum melaluhi telephon.

Advertisement

Tak hanya di Driyorejo Umi juga menyebutkan di Desa Wedani Kecamatan Cerme juga banyak warga masyarakat yang masih membutuhkan pertolongan lantaran tak mampu membayar ongkos berobat sehingga harus memakai BPJS mandiri.

“Seharusnya daripada dibuat plesir seperti itu, kan mending untuk kegiatan sosial. Jangan rame bersosial hanya pada waktu kampanye saja, sangat di sayangkan jika pemerintah sudah mengeluarkan dana banyak hanya dikemas dalam bentuk keakraban. Terlepas itu biaya sendiri,” pungkasnya.

Senada apa yang di sampaikan anggota FPG DPRD Gresik Wongso Negoro, kalau benar kepergian 120 pejabat Pemkab Gresik bersama staf itu pakai uang pribadi dan setiap orang ditarik Rp 5,5 juta, maka sedikitnya ada uang terkumpul Rp 660 juta.” Itu uang tak sedikit, ” ungkap politisi Golkar asal Menganti ini.

Advertisement

Laman: 1 2

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas