Kota Malang
Ahli Gizi sebut Kandungan Nitrogen di Makanan Ringan Berbahaya

Memontum Kota Malang – Maraknya makanan ringan ngebul atau mengandung nitrogen, mendapat tanggapan dari dosen gizi, salah satu Universitas Negeri di Kota Malang, Eva Putri Arfiani.
Menurut Eva, nitrogen adalah bukan merupakan bahan pangan. Sehingga, tidak untuk dikonsumsi. “Jadi, nitrogen cair itu biasanya digunakan untuk pendingin atau pembeku. Tetapi, itu tidak untuk dikonsumsi,” jelas Eva, saat dikonfirmasi, Jumat (20/01/2023) tadi.
Dijelaskannya, jika nitrogen yang awalnya berupa gas dan ketika dicairkan di suhu yang sangat rendah, maka akan berubah dari zat asalnya atau sifat aslinya. Sehingga, itu akan ada dampak negatifnya. Terlebih, jika dikonsumsi.
Baca juga :
- Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia
- Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat
- Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan
- Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan
- Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil
“Dari tampilannya, nitrogen itu bisa menyebabkan radang atau luka bakar. Karena luka bakar itu, tidak hanya disebabkan oleh panas atau api. Kalau terlalu dingin, itu juga ada sensasi kayak kaget atau terbakar pada jaringan kulit. Itu dampak dari sisi zat cair nitrogen,” bebernya.
Lebih lanjut disampaikan, terkait dari sisi perizinan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), nitrogen tersebut juga tidak memiliki batas maksimal penggunaan. Mestinya, jika tergolong bahan pangan, tentu memiliki penggunaan batas maksimal.
“Berarti, ini tidak dianjurkan untuk bahan pangan. Tidak digunakan untuk dikonsumsi, meskipun tidak mempengaruhi rasa suatu makanan itu,” imbuhnya. (rsy/gie)











