Kota Malang

Antusiasme Masyarakat Tinggi, Gerakan Pangan Murah Kota Malang Digelar 100 Kali

Diterbitkan

-

PANGAN MURAH: Pelaksanaan gelaran Gerakan Pangan Murah yang dilakukan oleh Dispangtan Kota Malang di tahun 2025. (ist)

Memontum Kota Malang – Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang sepanjang tahun 2025, terbukti menjadi salah satu program yang paling ditunggu masyarakat. Dalam kurun waktu satu tahun di 2025, tercatat gelaran tersebut sudah 100 kali dilaksanakan.

Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan, mengatakan bahwa intensitas pelaksanaan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tengah dinamika ekonomi masyarakat. Terlebih, indikator kinerja utamanya yakni indeks ketahanan pangan, yang meliputi ketersediaan, keterjangkauan dan pemanfaatan pangan.

“Total GPM sepanjang 2025 sebanyak 100 kali. Yang terakhir kami laksanakan pada 31 Desember. Indikator kinerja utama kami adalah GPM berkontribusi langsung pada dua aspek utama, yaitu ketersediaan dan keterjangkauan,” ujar Slamet, Jumat (09/01/2026) tadi.

Menurutnya, antusiasme masyarakat terhadap GPM pun cukup tinggi. Indikatornya terlihat dari omzet penjualan di setiap lokasi pelaksanaan. Jam tersibuk biasanya terjadi pada pukul 08.00 hingga 10.00 WIB, saat warga mulai memadati stan pangan.

Advertisement

Baca juga :

“Banyak warga menyampaikan apresiasi karena harga lebih murah dibanding pasar, lokasinya dekat dengan tempat tinggal dan sangat membantu pengeluaran rumah tangga,” katanya.

Tingkat keramaian GPM pun, menurutnya juga dipengaruhi oleh seberapa luas informasi jadwal yang diterima oleh masyarakat dan apakah pelaksanaannya berbarengan dengan penyaluran bantuan pangan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui Bulog.

Sebagai informasi, untuk volume pangan yang disalurkan pun terbilang besar. Selama 100 kali pelaksanaan GPM, Dispangtan telah menyalurkan 408 ton beras, 69 ton gula, 33 ton telur ayam ras, serta 0,5 ton daging ayam. Selain itu, masyarakat juga memperoleh 4,5 ton bawang merah, 7,7 ton bawang putih, 1,75 ton cabai rawit, 1,5 ton cabai merah, serta 127.500 liter minyak goreng dengan harga di bawah pasar.

Advertisement

“Dalam pelaksanaan GPM ini melibatkan berbagai mitra strategis, mulai dari Perumda Tugu Aneka Usaha (Tunas), Perum Bulog, Gabungan Kelompok Tani Kota Malang, hingga Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (PINSAR),” imbuh Slamet. (rsy/sit)

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas