Kota Malang
Atasi Persoalan Banjir Kota Malang, Wali Kota Wahyu Ajak Keterlibatan Perguruan Tinggi

Memontum Kota Malang – Pemerintah Kota Malang mendorong Perguruan Tinggi (PT) yang ada di Kota Malang, dapat terlibat dalam penanganan masalah banjir. Hal itu dikatakan Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, Rabu (10/12/2025) tadi.
Disampaikan Wali Kota Wahyu, bahwa jumlah mahasiswa yang ada di Kota Malang, hampir setara dengan penduduk asli Kota Malang. Sehingga, kondisi tersebut membuat kampus memiliki peran besar dalam pengelolaan lingkungan, khususnya mitigasi banjir.
“Saya sudah ketemu Prof Bisri (Guru Besar Teknik Pengairan) dan beliau menyampaikan bahwa sekarang peran perguruan tinggi harus banyak terlibat. Karena penyumbang populasi terbesar setelah penduduk asli itu adalah mahasiswa,” kata Wali Kota Wahyu.
Dikatakannya, bahwa kampus harus mulai memiliki skema pengelolaan banjir di kawasan masing-masing. Terlebih, sebagian kawasan perguruan tinggi selama ini masih membuang aliran air langsung ke drainase perkotaan.
Baca juga :
“Nanti saya akan ketemu forum rektor untuk menyampaikan konsep ini. Kampus harus mulai berpikir. Kita butuh mahasiswa punya kesadaran. Jangan sampai justru mahasiswa sendiri yang tidak sadar, itu kan repot,” lanjutnya.
Salah satu konsep yang akan didorong adalah penerapan sumur resapan atau injeksi air di lingkungan kampus. Sehingga, diharapkan air hujan dapat tertangani di kawasan sumbernya dan tidak dibebankan ke saluran kota.
Wali Kota Wahyu menegaskan, bahwa penyelesaian banjir tidak bisa dilakukan secara instan. Perlu perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, serta peningkatan kesadaran dari semua pihak.
“Menyelesaikan banjir itu tidak sim salabim. Ada tahapannya dan harus berjalan bersama. Pemerintah tidak bisa sendirian,” imbuhnya. (rsy/sit)











