Blitar
Banggar Minta Pemkot Evaluasi Anggaran Pembangunan SMPN 3

Nuhan Eko Wahyudi menambahkan, selain melanjutkan pembangunan gedung SMPN 3, Pemkot Blitar juga mempunyai beberapa program pembangunan gedung baru yang diusulkan di RAPBD 2018. Antara lain, pembangunan ruang operasi dan ICU RSUD Mardi Waluyo yang ditaksir menghabiskan anggaran Rp 20 miliar, pembangunan kios di tribun penonton sisi utara Stadion Supriyadi Rp 3,3 miliar, dan pembangunan sarana dan prasarana serta kios souvenir di Istana Gebang senilai Rp 2,7 miliar. Selain itu, Pemkot juga mengalokasikan anggaran untuk revitalisasi pasar tradisional di RAPBD 2018 sebesar Rp 4,49 miliar.
Sementara Sekretaris Daerah Kota Blitar, Rudy Wijonarko mengatakan, Pemerintah Kota Blitar akan mengevaluasi anggaran pembangunan gedung baru SMPN 3. Pembangunan lanjutan gedung SMPN 3 akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran Kota Blitar. Pemkot Blitar berusaha pelaksanaan pembangunan gedung SMPN 3 bisa selesai pada 2018 mendatang.
“Pada 2018 dianggarkan Rp 20 miliar dan ditargetkan pembangunan harus selesai. Artinya bangunan gedung sudah bisa dimanfaatkan untuk proses belajar dan mengajar”, kata Rudy Wijonarko.
Rudy Wijonarko menambahkan, untuk pembangunan ruang operasi dan ICU RSUD Mardi Waluyo, memang sangat dibutuhkan masyarakat. Dengan pembangunan ruang operasi dan ICU, masyarakat yang berobat tidak perlu lagi dirujuk ke luar kota.
“Pembangunan ruang operasi dan ICU ini untuk peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat Kota Blitar”, tandas Rudy Wijonarko.
Lebih lanjut Sekretaris Daerah Kota Blitar menyampaikan, sedangkan pembangunan kios di tribun penonton sisi Utara stadion Supriyadi, untuk kepentingan ekonomi di sektor perdagangan. Pembangunan kios di tribun penonton di sisi Utara tersebut, sebagai lanjutan pembangunan kios di tribun penonton sisi Selatan yang dikerjakan pada 2017 ini.
“Jangan salah, pembangunan kios di tribun penonton sisi Utara itu juga untuk kepentingan perdagangan masyarakat”, pungkas Sekda Kota Blitar. (jar/yan)
















