Surabaya
Barbara Disulap Jadi Ladang Usaha
Memontum Surabaya – Saat ini Dolly telah memberikan perkembangan yang cukup pesat. Semenjak ditutupnya lokalisasi pada tahun 2014, beberapa UKM lahir dengan memberikan segudang ide kreatif yang mempercantik kawasan eks lokalisasi tersebut. Salah satunya UKM Mampu Jaya yang dijalankan oleh beberapa warga asli Dolly berlokasi di tempat yang dulunya dikenal dengan wisma Barbara. Dengan ketrampilan tangan andal, para karyawan menjahit sandal, merangkai sepatu, dan menata untuk siap dikirimke konsumen.
Atik Triningsih, salah satu warga Dolly dan koordinator UKM Mampu Jaya mengungkapkan, pernah ada penurunan ekonomi di daerah Dolly setelah penutupan. Namun dalam jangka dua tahun perekonomian sudah berangsur membaik lantaran banyaknya usaha yang telah berdiri, khususnya di Putat Jaya.
“Dulu setelah penutupan, kita dikumpulkan oleh pemerintah kota melalui kelurahan untuk warga terdampak mengikuti pelatihan alas kaki di Tanggulangin. Sebulan setelah itu kita dimasukkan di sini,” ungkap Atik.
Atik dan teman-temannya memilih untuk usaha alas kaki yang sudah disediakan oleh pemerintah kota, lantaran telah berbekal ilmu dari pelatihan di Tanggulangin yang ia teruskan di Surabaya.
Awalnya, alas kaki yang berupa sandal dan sepatu ini hanya dikirimkan ke pabrik lantaran bahan utama yang digunakan semua dari pabrik. Namun di tahun 2015, Atik memutuskan untuk ikut memproduksi sepatu jadi, dengan nama yang diusung yakni PJ Collection.
“Setelah pelantikan Bu Risma tahun 2016, PJ Collection semakin dikenal karena Bu Risma juga sering pesan disini. Selain itu, banyak dai jajaran pemerintah kota Surabaya juga pesan. Karena itu kita jaga kualitas, jangan sampai kalah dengan merk lain,” ujar Atik
Produk umum sepatu dan sandal berbahan kulit yang diproduksi ini sudah menjangkau hingga di Sorong, Papua. Pada tahun 2017 lalu, Mampu Jaya mengembangkan produk baru, yakni sandal khusus untuk hotel atau biasa disebut slipper hotel, yang telah didistribusikan ke 32 hotel di kota pahlawan.
Meskipun belum sampai ranah internasional, para turis yang berkunjung ke Surabaya juga sering membeli seperti kunjungan beberapa waktu lalu dari kedutaan Swiss.
Dalam sehari, Atik dan pegawai dari UKM Mampu Jaya mempu menghasilkan sebanyak dua ratus pasang untuk dikirimkan ke pabrik. Sedangkan untuk slipper hotel, Mampu Jaya dapat menghasilkan dua ribu pasang tiap harinya. “Dalam tiga tahun terakhir ini, banyak pesanan dari Dinas Perhubungan (Dishub) dan Paskibra,” katanya. (Sur/yan)
















