Connect with us

SEKITAR KITA

Berbagi Pengalaman Peran Perempuan, Ketua TP PKK Trenggalek Jadi Pembicara Rembuk Kolaborasi

Diterbitkan

||

Berbagi Pengalaman Peran Perempuan, Ketua TP PKK Trenggalek Jadi Pembicara Rembuk Kolaborasi
KEYNOTE: Ketua TP PKK Trenggalek saat menjadi keynote rembuk kolaborasi di Gedung Bappeda Provinsi Jatim. (memontum.com/mil)

Memontum Trenggalek – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardiny, jadi keynote speaker rembuk kolaborasi geliat airlangga di Gedung Bappeda Provinsi Jawa Timur. Dalam kesempatan itu, Novita juga berbagi pengalaman penguatan peran perempuan karena dinilai sukses dalam story dan kegiatannya.

Dengan program Sekolah Perempuan, Anak dan Disabilitas dan Kelompok Rentan (Sepeda Keren), istri Bupati Trenggalek, itu berupaya keras meningkatkan peran perempuan dan kelompok rentan bisa berdaya. Bahkan, program ini menjadi inovasi terbaik dalam Kompetisi Inovasi Publik (Kovablik) Jatim.

Pengalaman sukses tersebut, dianggap menarik bagi penyelenggara dengan harapan bisa menjadi sumber inspirasi bagi daerah lainnya dalam talk show peringatan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) ini. Meningkatkan peran perempuan, memang getol diperjuangkan ibu tiga anak ini. Mengingat, banyak perempuan di daerahnya yang tercatat menjadi kepala keluarga. Dinamika ini, pun menimbulkan beberapa pemasalahan mulai dari stunting, kekerasan anak dan yang lainnya.

Dirinya menganggap, perlu ada upaya yang dilakukan, utamanya dalam menguatkan peran perempuan sehingga mampu meningkatkan kapasitasnya. “Perempuan punya potensial untuk meneruskan visi misi pemerintah dalam menyiapkan generasi anak yang berkualitas,” terang Novita Hardini dalam Talk Show Penguatan Peran Perempuan dalam Menyukseskan BIAN di Jatim Jumat (29/07/2022) siang.

Dirinya juga menambahkan, berkat kolaborasi dengan melibatkan peran masyarakat, Trenggalek menjadi daerah terbaik penanganan stunting nasional selama tiga tahun berturut-turut dan 1 kali di Jatim. Ini dikarenakan, telah berhasil menekan stunting dari 30 persen turun menjadi 18 persen.

Baca juga:

“Ini berkat kerja keras bersama dengan melibatkan peran masyarakat. Karena, ada lima pilar yang tidak boleh ditinggalkan. Yakni, pemerintah, dunia usaha, pendidikan, kesehatan dan media,” sambungnya.

Selain Sepeda Keren, Novita juga menyampaikan banyak, bagaimana dirinya berupaya mendorong wirausaha perempuan baru di daerahnya yang tentunya memberikan warna pergerakan perekonomian di Trenggalek. Mengenai program sehat dibayar di Trenggalek, dirinya menyampaikan jika pada umumnya, yang sakit itu dibayar. Namun Pemkab Trenggalek, berupaya merubah paradigma masyarakat untuk senantiasa menjaga kesehatannya dengan memberikan insentif kepada mereka.

Tentunya, bila sakit yang dibayar, maka cost biaya yang dikeluarkan pemerintah melalui BPJS tinggi. Sedangkan dengan menjaga kesehatan, bisa membantu pemerintah mengurangi beban biaya kesehatan selain itu juga kondisi kesehatan yang terjaga tentunya baik untuk masyarakat itu sendiri.

“Hari ini Best Practice kita membagikan pengalaman yang kita lakukan di Trenggalek dan mendapatkan apresiasi dari beberapa kabupaten di Jawa Timur. Syukur-syukur bisa menjadi inspirasi dan bisa diaplikasikan juga oleh masing-masing kabupaten,” terang Novita.

Baginya, hal ini bisa menjadi ilmu yang bermanfaat. Untuk Trenggalek dan dirinya merasa bahagia dan bersyukur, karena Trenggalek mampu mencapai capaian yang positif. Artinya, keberhasilan Trenggalek dalam penurunan angka stunting, penekanan angka kematian ibu dan anak tidak lepas dari peran semua pihak.

“Hari ini saya ingin mendedikasikan waktu lebih, sebagai Ketua Tim penggerak PKK Trenggalek, untuk berterima kasih kepada seluruh Avengger yang tergabung agar sama-sama saling menguatkan hingga 2025,” ungkapnya. (mil/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.